Ditjen Pajak Ajak Polri Tagih Penunggak Pajak

imagesJakarta – Agar sejalan dengan ditetapkannya 2016 sebagai tahun penegakan hukum, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia memperkuat kerjasama dan koordinasi penegakan hukum pajak.

Adapun bentuk kerjasama kedua belah pihak ini khususnya guna memaksa penunggak pajak untuk membayar tagihan pajak sebelum dilakukan penyanderaan (gijzeling).

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan, dengan adanya kerjasama yang dilaksanakan hari ini, diharapkan dapat menciptakan koordinasi dan kerjasama yang lebih kuat dan terpadu antara Ditjen Pajak dan Polri terutama dalam hal penegakan hukum.

“Kerjasama ini sudah sejak 2012. Lalu pada awal tahun lalu, April ada pedoman kerja yang lebih konkrit jelas alur kerjasama itu dan itu sudah memberikan langkah-langkah konkrit yang dilakukan teman-teman di KPP,” ujarnya saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (20/6/2016).

Dia mengungkapkan, untuk mengamankan penerimaan negara dan menindak tegas pelaku tindak pidana di bidang perpajakan, Ditjen Pajak terus melakukan berbagai upaya pembinaan, penelitian, dan pengawasan sambil terus menjalin kerja sama dengan institusi penegak hukum lain untuk menyukseskan upaya pemerintah mencapai penerimaan pajak yang optimal.

Selain bantuan upaya penyanderaan (gijzeling), Polri juga memberikan bantuannya dalam hal pengawalan selama penagihan, intelijen, penyidikan, dan penegakan hukum lainnya.

Bila ditelaah dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, kata Yoga, banyak pengemplang pajak yang pada akhirnya memilih untuk membayar tagihan pajaknya setelah dilakukan pemaksaan lewat penyenderaan oleh Polri dan Ditjen Pajak.

“Kalau sudah di gijzeling pagi masuk, sore bayar, atau paling lama seminggu. Jadi artinya sanggup bayar,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kabag Banops Rokowas PPNS Bareskrim Polri, Heru Sulistianto menyampaikan, sebelum adanya kesepakatan kerjasama kedua belah pihak, pihaknya bersama DJP sebenarnya sudah menjalin kerjasama. Sayang, tidak begitu berjalan dengan baik.

Untuk itu, dengan adanya kerjasama ini, dia berharap agar tahun ini menjadi tahun penegakan hukum bagi DJP dan berjalan dengan baik. Terutama guna mencapai target penerimaan pajak yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kerjasama dengan DJP ini sebelum adanya MoU sudah terjalin. Di sini sudah berjalan dan kita laksanakan untuk pengamanan dan penegakan hukum perpajakan,” pungkasnya.[red/ok]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *