Kredit Perbankan Berpotensi Tumbuh 13 Persen

72UangJakarta- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakin potensi pertumbuhan kredit industri perbankan Tanah Air bisa mencapai 13 persen pada akhir tahun ini. Mulai membaiknya realisasi kredit dalam dua bulan terakhir menumbuhkan optimisme tersebut.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK, Nelson Tampubolon menuturkan, laju pertumbuhan kredit perbankan pada Oktober 2015 secara tahunan (yoy) mencapai 11,1 persen. Ini meningkat dibandingkan bulan sebelumya yang 10,9 persen (yoy).

“Sampai Agustus kemarin kan masih 10,6 persen. Memang mulai September pertumbuhan kredit mulai signifikan,” ujar Nelson di Jakarta, Kamis (12/11).

Ia mengatakan, seiring makin meningkatnya belanja pemerintah di triwulan IV, penyaluran kredit diperkirakan terus meningkat. “Kalau pertumbuhan kredit stabil seperti di September atau di dua bulan terakhir, pertumbuhan bisa 1,9 persen sampai 2 persen per bulannya. Mudah-mudahan bisa dicapai (target 13 persen) akhir tahun,” ucapnya.

Berdasarkan data perkembangan uang beredar (M2) yang dipublikasikan Bank Indonesia (BI) per September 2015, penyaluran kredit perbankan mencapai Rp 3.987 triliun. Nilai ini tumbuh 10,9 pesen secara tahunan dari sebelumnya Rp 3.584,9 triliun.

Pertumbuhan kredit hingga kuartal III/2015 tersebut naik tipis. Ini mengingat pada Agustus 2015, pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 10,6 persen secara tahunan menjadi Rp 3.915 triliun dari Rp 3.522,4 triliun.

Gubernur BI, Agus Martowardojo menyebutkan, bank sentral masih optimistis target pertumbuhan kredit akhir tahun bakal tercapai. BI memang menargetkan, pada akhir tahun, penyaluran kredit perbankan berkisar 11-13 persen.

Kelautan dan Perikanan
Sementara itu, berdasarkan data OJK, hingga 30 September 2015, total kredit kelautan dan perikanan mencapai Rp 20,19 triliun. Angka ini tumbuh 12,40 persen (year-to-date sejak 1 Januari 2015) atau tumbuh 22,94 persen dibandingkan 30 September 2014 (yoy).

Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dari pembiayaan di sektor maritim yang naik 9,48 persen pada 2015 (ytd). Pertumbuhan kredit kelautan dan perikanan telah melebihi laju kredit seluruh industri yang tumbuh 11,09 persen (yoy) hingga 30 September 2015.

Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) mengaku, pihaknya terus berupaya meningkatkan perannya dalam sektor kemaritiman. Hingga akhir September, kredit ke sektor ini totalnya Rp 9,8 triliun.

“Kami berharap upaya BNI ini turut meningkatkan perekonomian di lumbung-lumbung ikan utama Indonesia. Jadi, nelayan dan pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan tetap bertahan, meskipun harus bersaing dengan investor asing,” tutur Wakil Direktur Utama BNI, Suprajarto.

Khusus untuk sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu bagian dari subsektor kemaritiman, BNI menyalurkan pembiayaan Rp 1,25 triliun. Penyaluran ini di bidang budi daya dan penangkapan, industri pengolahan, serta perdagangan hasil perikanan.

Sementara itu, Bank Mandiri mengaku, pihaknya telah menyalurkan kredit ke sektor perikanan Rp 624 miliar hingga September 2015. Penyaluran kredit itu merupakan bagian pembiayaan Bank Mandiri ke sektor kemaritiman yang mencapai Rp 16,8 triliun.

Vice President Micro Banking Bank Mandiri, Sumedi menyebutkan, pihaknya sangat mendukung program Jangkau, Sinergi, dan Guideline (Jaring) yang diluncurkan OJK bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kamar Dagang dan Indusri (Kadin). “Melalui program Jaring, kami ingin meningkatkan peran aktif dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat,” serunya.(he/rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *