LPS Klaim Tutup 5 BPR

imagesJakarta – Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan menuturkan, hingga Mei 2016, pihaknya telah melikuidasi (menutup/membubarkan) lima Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

“Kita telah menutup lima BPR sejak awal tahun, dari 1800 BPR, tahun lalu 4,” kata dia di Jakarta, Kamis (9/6/2016).

Sejak 2005 hingga saat ini, LPS telah melakukan likuidasi terhadap 71 bank (satu bank umum dan 70 BPR) yang dicabut izin usahanya, sedangkan tahun 2016 telah melikuidasi 5 BPR. Kelima BPR tersebut memiliki rasio kecukupan modal (CAR) minus 96,39 persen dan rasio kredit bermasalah 65,83 persen.

Fauzi bilang, secara umum kinerja LPS dalam keadaan baik. Dengan penerimaan premi yang terus meningkat dan neraca keuangan dana kelolaan mencapai Rp66 triliun.

Direktur Eksekutif Klaim dan Resolusi Bank LPS Ferdinan D Purba menjelaskan, dalam melakukan penanganan klaim nasabah dari bank yang dicabut izinnya, LPS telah melakukan rekonsiliasi dan verivikasi (rekonver) terhadap total simpanan sebesar Rp1,625 triliun, di mana Rp1,042 triliun sebagai simpanan layak bayar dan Rp283 miliar sebagai simpanan tidak layak bayar. Menurut UU LPS, proses rekonver harus diselesaikan paling lama 90 hari.

“Tahun 2015, LPS menargetkan proses rekonver kurang dari 60 hari sejak pencabutan izin usaha dan dapat diselesaikan dalam waktu 57 hari,” terang dia.(red/oke)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *