Peminat Tabungan Tasbih Bank Sumsel Babel Cenderung Turun

rupiahPALEMBANG, – Peminat Produk Tabungan Tasbih Bank Sumsel Babel diperkirakan mengalami penurunan cukup dratis seiring lesunya kondisi perekonomian.

Kondisi ini bukan terjadi di tahun ini saja, melainkan sejak kurun waktu tiga tahun lalu,ungkap Direktur Operasional BSB Mertolihan disela-sela pembukaan Manasik haji Tabungan Tasbih BSB tahun 2016 di Masjid Al Falah Jalan Rajawali Palembang, Senin (30/5/2016).

Dia merinci pada 2014 terdapat 2.046 nasabah, di 2015 terdapat 1.960 nasabah, dan pada tahun 2016 turun kembali menjadi 1.869 nasabah.

Menurutnya penyebab turun karena kondisi ekonomi sekarang kurang bagus, khususnya sektor komoditi, yang dimana nasabah di daerah yang selama ini penyumbang terbesar.

Mertolihan, menjelaskan dengan harga komoditi perkebunan yang anjlok beberapa waktu lalu, menjadikan masyarakat yang menggantungkan hidup dari komoditi seperti karet, menjadikan untuk makan saja susah apalagi untuk lainnya.

Namun pihaknya tetap optimis nantinya akan kembali meningkat, seiring ada arah baik kondisi ekonomi Indonesia kedepan saat ini, atas kebijakan yang diambil pemerintah.

“Salah satu cara meningkatkannya, dengan dilaksanakan manasik seperti ini, untuk menghimpun dana tasbih setiap tahunnya. Kita juga tetap promosi, sosialisasi KBIH dan masyarakat, termasuk kita juga adakan kerjasama dengan kemenag serta ada strategi lain untuk meningkatkannya,”jelasnya.

Sejak 2010 tabungan tasbih di BSB, selama ini jika dirata-ratakan masih diatas 30 % untuk kuota haji di Sumsel Babel sejak 2010 lalu.

Dimana pada 2016 ini, sekitar 32.43 %, jumlah nasabah tasbih dari kuota haji Sumsel babel, dimana kuota dari kemenag sudah sepertiga, dari total 5.764 kuota haji di Sumsel-babel.

“2012 paling banyak 2.224 dimana kuota sekitar tujuh ribuan, tetapi kita tetap diatas 30 persen keatas,”tandasnya.

(red/irwan wahyudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *