Triwulan I, BNI Syariah Palembang Catat Profit Rp5,58 Miliar

imagesPALEMBANG – Kinerja BNI Syariah Palembang pada tri4wulan I tahun ini semakin positif menyusul profit yang dihasilkan mencapai Rp5,58 miliar.
Pimpinan BNI Syariah Palembang, Nirwan Purnama mengatakan tren positif ini mengikuti hasil capaian nasional yang mencatat profit untuk triwulan I mencapai Rp75,18 miliar atau naik 64, 62 %.
Menurutnya , kinerja yang positif terusditingkatkan, salah satunya yang utama fokus perseroan meningkatkan layanan masyarakat melalui sebaran jaringan untuk menjangkau lebih luas diberbagai wilayah.
Saat ini kami ada dua kantor cabang regular dan lima kantor cabang mikro yang terletak di beberapa kabupaten, kota, dan kecamatan di Sumsel, ungkapnya, Kamis (26/5/2016).
Oleh karena itu, katanya untuk memperluas akses jaringan ke masyarakat hingga ke pelosok negeri, pihaknya juga berencana untuk mempersiapkan agen keuangan syariah untuk memberikan fasilitas dan transaksi perbankan syariah.
Kami optimistis dengan mengutamakan pelayanan, perseroan akan mencatat kinerja lebih positif hingga akhir tahun,imbuhnya.
Sebagai bentuk apresiasi kepada mitra dan nasabah BNI Syariah pada 18 Mei lalu, terangnya perseroanmenggelar Seminar Manajemen SDM pada sektor jasa. Seminar tersebut diikuti sekitar 50 nasabah dan mitra dari beberapa sektor. Seperti pendidikan, pelayanan rumah sakit dan perusahaan lainnya yang bergerak dibidang jasa.
Dia menambahkan, kinerja hingga triwuan I, untuk penyaluran pembiayaan mencapai Rp269,72 miliar dengan komposisi konsumer Rp218,30 miliar dan pembiayaan produktif Rp51,42 miliar.
Sedangkan secara nasional total pembiayaan Rp18,04 triliun dengan komposisi pembiayaan konsumtif 53,18 %, pembiayaan konsumtif Rp22,2 %, pembiayaan komersial 16,75%, pembiayaan mikro 5,69 %, dan pembiayaan Hasanah Card 2,15 %.

Selanjutnya, ungkap dia Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp318,70 miliar dengan Number of Account (NoA) lebih dari 45 ribu rekening tabungan.
Adapun komposisinya dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) mencapai 6,86 %. Secara nasional DPK tumbuh 20,70% atau Rp3,49 triliun dengan rasio tabungan dan CASA sebesar 45,06 %.
(Red/ Irwan Wahyudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *