• Indonesia
Kookmin Bank Ambil Alih Bank Bukopin
Berita

Kookmin Bank Ambil Alih Bank Bukopin

Bank Bukopin akan segera diambil alih oleh KB Kookmin Bank. Salah satu bank di Korea Selatan tersebut akan segera menjadi pemegang saham pengendali dari PT Bank Bukopin. Hal ini terjadi karena KB Kookmin Bank berhasil meningkatkan kepemilikan sahamnya dari 21,99 persen menjadi 51 persen.

KB Kookmin Bank sudah menempatkan dana sebesar USD 200 juta atau setara RP. 2,8 triliun ke rekening penampungan (escrow account) demi melancarkan proses kepemilikan saham tersebut. Anto Prabowo selaku Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK (Otoritas Jasa Keuangan) menyatakan bahwa KB Kookmin Bank sudah menggelontorkan dana ke escrow accont pada hari Kamis, 11 Juni 2020.

“OJK menegaskan bahwa KB Kookmin Bank sudah menempatkan dana di escrow account per 11 Juni 2020 sesuai dengan komitmen KB Kookmin Bank,” terang Anto secara resmi. Ia juga menyatakan bahwa saat ini OJK sedang melakukan proses administratif dan finalisasinya. Yang kemudian Bank Bukopin akan segera melakukan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) untuk meminta persetujuan para pemegang saham terkait rencana penambahan kepemilikan saham KB Kookmin Bank menjadi 51 persen.

Sebelum saham didominasi oleh KB Kookmin Bank, mayoritas pemegang saham adalah publik dengan persentasi sebesar 45,69 persen, PT Bosowa Corporindo sebesar 23,39 persen, dan negara memiliki 8,91 persen.

Melalui BEI, Bank Bukopin mengumumkan bahwa pada Kamis, 11 Juni 2020 akan diadakan RUPST (Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan). Tidak dijelaskan secara rinci mengenai detail agenda dari rapat tersebut, terutama mengenai penambahan kepemilikan saham KB Kookmin Bank. Namun dalam panggilan tersebut hanya disampaikan enam agenda.

Pertama, persetujuan mengenai laporan tahunan 2019 dan pengesahan laporan keuangan konsolidasian 2019. Kedua, persetujuan penggunaan laba bersih 2019. Ketiga, persetujuan pemberian tantiem pada anggota dewan direksi serta komisaris. Keempat, persetujuan mengenai penunjukkan akuntan publik untuk pemeriksaan laporan keuangan. Kelima, persetujuan penerapan honor, gaji, serta tunjangan untuk dewan komisaris serta direksi. Keenam, persetujuan atas perubahan susunan dan struktur pengurus perseroan.

Kookmin Bank menjadi pemegang saham Bank Bukopin melalui Penawaran Umum Terbatas IV pada Juni-Juli 2018. Setelah mendapatkan pernyataan efektif dari OJK pada 29 Juni 2018, Kookmin Bank menggelontorkan dana sebesar Rp. 1,46 triliun dan berhasil mendapatkan 21,99 persen kepemilikan Bank Bukopin.

Kemudian pada RUPS Luar Biasa yang digelar pada 24 Oktober 2019 lalu, Kookmin Bank menyatakan bahwa akan menambah ukuran kepemilikan saham di Bank Bukopin. Setelah satu tahun, Kookmin Bank merealisasikan rencana dari komitmen tersebut. Adhi Bramantya selaku Direktur Operasi dan TI Bank Bukopin mengungkapkan bahwa proses kepemilikan Kookmin Bank atas Bank Bukopin masih berjalan, baik di Indonesia maupun di Korea Selatan.

“Ini adalah bukti, bahwa akuisisi Kookmin Bank ini adalah langkah nyata yang menunjukkan optimisme Kookmin Bank terhadap Bank Bukopin. Sebab Bank Bukopin sebagai penyalur kredit retail (UMKM dan konsumer) memiliki potensi pertumbuhan yang berkelanjutan ke depannya.” Kata Adhi Bramantya.

Rencana akuisisi Kookmin Bank muncul ke permukaan semenjak Bank Bukopin diterpa isu penarikan dana oleh nasabah. Dari isu yang beredar, beberapa nasabah mengeluhkan kebijakan yang diterapkan kepada nasabah. Kebijakan yang diterapkan adalah nasabah diminta untuk memberikan konfirmasi terlebih dahulu H-2 sebelum hari H untuk penarikan diatas Rp. 10 juta.

Informasi yang terima oleh nasabah tersebut banyak diunggah di media sosial milik para pelanggan. Foto yang juga diunggah oleh nasabah tersebut menjelaskan bahwa per tanggal 2 Juni 2020, transaksi penarikan tunai diatas Rp. 10 juta harap melakukan konfirmasi H-2.

You can share this post!

Comments