• Indonesia
Koperasi Abal – Abal Tarik Dana Investasi dari Nasabah
Investasi

Koperasi Abal – Abal Tarik Dana Investasi dari Nasabah

Investasi kini menjadi pilihan banyak orang untuk mengembangkan ekonomi. Masyarakat kini semakin tertarik berinvestasi dalam banyak bentuk seperti emas, tanah, bangunan, saham dan bentuk lain yang menjanjikan keuntungan besar di masa mendatang.

Oleh karena itu, kini masyarakat berbondong – bondong melakukan aksi serupa demi meraup keuntungan dari investasi tersebut tanpa memikirkan legalitas yang ada.

Namun demikian, pihak awam saat ini banyak yang terkecoh oleh tangan tak bertanggung jawab yang mengiming – imingi investasi dengan modal kecil namun penghasilan besar. Sampai – sampai kisaran keuntungan yang ditawarkan tidak masuk akal.

Oleh karena itu, bagi anda yang ingin berinvestasi hendaknya berhati – hati karena sekarang ini banyak sekali oknum illegal yang mengantasnamakan sebuah lembaga dan menarik investasi tanpa ada kejelasan bagi hasil bahkan modal awal tidak Kembali.

Seperti yang terjadi belakangan ini banyak investasi yang ditarik oleh koperasi illegal yang tidak memiliki ijin operasi dari kemenkop.

Tarik Investasi Tanpa Henti

Parahnya, pihak koperasi abal – abal menarik dana investasi yang dijanjikan menuai keuntungan besar tanpa henti kepada para nasabahnya. Padahal, koperasi ini hanyalah kedok semata. Lantaran kasus tersebut, kini pihak Kemenkop yang banyak mendapat aduan dari masyarakat bersikap tegas dengan menggandeng pihak bareskrim untuk menumpas koperasi – koperasi illegal tersebut.

Sebab, pihak kemenkop menganggap hal ini selain memberi kerugian besar bagi nasabah juga menciderai citra koperasi di mata masyarakat. Oknum illegal yang melakukan, koperasi legal yang jadi sorotan, karena memang oknum – oknum illegal ini mengatasnamakan lembaga hitamnya sebagai lembaga koperasi.

Dengan tindakan Kemenkop yang secara tegas menggandeng Barekrim untuk Bersama – sama menuntaskan kasus ini, tentunya menjadi angin segar bagi para investor baik kelas menengak maupun kelas atas merasa aman. Mereka tidak canggung lagi untuk berinvestasi.

Dengan Tindakan tegas ini pula diharapkan akan mengurangi bahkan meniadakan praktik – praktik serupa yang cukup meresahkan masyarakat. Mengingat pelakunya saat ini sangat banyak, maka pihak Bareskrim tak segan – segan untuk menciduk pelaku penarikan investasi berkedok koperasi.

Adapun tips aman saat berinvestasi adalah selalu memastikan payung hukum yang memayungi lembaga yang anda percayai sebagai tempat berinvestasi. Apakah lembaga tersebut aman baik dalam perizinan maupun dalam meemutarkan uang atau tidak. Ciri – ciri koperasi yang aman adalah selalu transparan dan akuntable. Maka poin ini perlu anda perhatikan sebelum berinvestasi.

Selain itu, pastikan juga apakah lembaga tersebut termasuk anggota LPS atau OJK. Jika bukan, maka anda harus memastikan tempat investasi anda berbadan hukum. Agar jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, anda masih dapat menuntut asset anda untuk Kembali.

Tips lain yang bisa anda jalankan secara aman saat berinvestasi adalah dengan rajin mengecek kondisi keuangan pasar dengan banyak membaca berita – berita ekonomi. Dengan begitu anda bisa memantau lembaga yang anda percayai sebagai tempat investasi.

Berlanjut Kembali ke keputusan Kemenkop dalam menggandeng Bareskrim yang kedua belah pihak ini menyepakati untuk melakukan sosialisasi dan pengembangan kapasitas atau biasa disebut Capabity building terhadap koperasi serta UKM baik Provinsi maupun kota yaitu bertujuan untuk mengawasi koperasi yang hingga saat ini tercatat dalam jumlah cukup banyak 123.048 yang tersebar di Indonesia.

Selain untuk mengawasi, Kerjasama keduanya dimaksimalkan untuk menindak lanjuti kasus penyimpangan – penyimpangan dana yang kerap terjadi di lembaga koperasi agar citra koperasi yang sempat diciderai kembali baik di mata masyarakat luas yang sudah dekat dengan koperasi karena keberadaan koperasi ini sejatinya menguntungkan bagi UKM.

 

You can share this post!

Comments