• Indonesia
Luhut Binsar Pandjaitan Menegaskan Independensi Bank Indonesia Tidak Terganggu
Berita

Luhut Binsar Pandjaitan Menegaskan Independensi Bank Indonesia Tidak Terganggu

Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) menampik pernyataan bahwa pembentukan dewan moneter upaya untuk menghapuskan independensi Bank Indonesia. Luhut menegaskan bahwa independensi Bank Indonesia tidak akan terganggu dengan revisi undang-undang Bank Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Luhut dalam webinar yang digelar Humas FEB UI pada hari Jum’at, 18 September 2020. Luhut menegaskan hal tersebut untuk menjawab pertanyaan terkait reformasi sistem keuangan di mana pengawasan perbankan dan nonbank yang saat ini ada di lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan dikembalikan ke tangan Bank Indonesia secara bertahap mulai tahun 2023.

Independen Bank Indonesia tetap akan dijaga meskipun ada perubahan peraturan. Luhut mengatakan jika ada isu yang mengatakan akan ada dewan moneter, itu tidak benar. Independensi Bank Indonesia itu tetap dan tidak boleh diganggu gugat. Hal tersebut juga telah diingatkan oleh Presiden Joko Widodo dari Istana Bogor.

Menko Marves itu mengatakan bahwa RUU Bank Indonesia hanya akan menambahkan tugas pokok Bank Indonesia untuk bisa ikut serta dalam pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Bank Indonesia tidak akan hanya fokus untuk menjaga inflasi saja. Bank Indonesia akan ikut serta dalam menciptakan lapangan pekerjaan seperti bank sentral Kerajaan Inggris dan bank sentral di Amerika.

Selain itu, Luhut juga mengatakan kebutuhan untuk reformasi keuangan ini dilakukan untuk memudahkan penanganan bank. Terlebih lagi bank yang masuk dalam kategori bank dalam pengawasan khusus atau pengawasan intensif. Reformasi sistem keuangan harus dilakukan dalam keadaan krisis agar tidak ada bank yang berjatuhan.

Pada sistem saat ini, Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan OJK tidak mempunyai kepastian aturan untuk membantu bank yang sedang bermasalah. Luhut mengatakan bahwa terdapat sedikit ketidakpastian peraturan perundang-undangan di antatra BI, LPS, dan OJK saat keadaan krisis seperti ini.

Pada hari Kamis, 17 September 2020 naskah revisi UU 23/1999 tentang Bank Indonesia dibahas oleh Badan Legislasi DPR. Nama Dewan Moneter yang sempat membuat kekhawatiran bisa mengancam independensi Bank Indonesia diganti menjadi Dewan Kebijakan Ekonomi Makro.

Dewan Kebijakan Ekonomi Makro mempunyai tugas yang sama dengan Dewan Moneter yaitu membantu pemerintah dan Bank Indonesia dalam merencanakan dan menetapkan kebijakan moneter. Kebijakan moneter yang bisa mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta menciptakan lapangan pekerjaan yang berkelanjutan.

Dewan Kebijakan Ekonomi Makro mempunyai tugas untuk memimpin, mengarahkan, dan mengkoordinasi kebijakan moneter agar sejalan dengan kebijakan umum pemerintah di bidang perekonomian.

Dewan Kebijakan Ekonomi Makro terdiri atas lima anggota. Lima anggota tersebut yaitu Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, dan menteri yang membidangi perencanaan pembangunan nasional.

Namun, beberapa menteri bisa ditambahkan oleh pemerintah untuk menjadi penasihat di Dewan Kebijakan Ekonomi Makro jika merasa diperlukan. Pembentukan Dewan Kebijakan Ekonomi Makro diusulkan oleh Anggito Abimanyu yang merupakan Mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan pada saat rapat di Badan Legislasi sesi dengar pendapat umum pada hari Selasa, 15 September 2020.

Menurut Anggito, walaupun Bank Indonesia bersifat independen, tetapi kebijakan moneter tidak bisa berdiri sendiri tanpa disertai sinkronisasi, termasuk dari sisi pembangunan jangka panjang dan pembangunan jangka pendek.

Tujuan Bank Indonesia saat ini harus bisa diperluas. Bank Indonesia tidak hanya bertugas untuk menjaga stabilitas makro ekonomi, tetapi ikut mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengelolaan mikroprudensial dan makroprudensial.

 

You can share this post!

Comments