• Indonesia
Menanti Laporan Keuangan IHSG
Berita

Menanti Laporan Keuangan IHSG

Sentimen laporan keuangan pada semester I-2018 adalah yang ditunggu oleh investor saat ini. Sentimen laporan keuangan cukup memenuhi ekspetasi investor saat ini, sehingga membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendarat di zona hijau dalam tiga hari terakhir.

"Kami meyakini laporan keuangan yang sesuai dengan ekspetasi membuat indeks berada di zona hijau," kata Kiswoyo Adi Joe, analis Narada Assset Management.

Sementara Yosua Zisokhi, Senior Analyst PT Henan Putihrai Sekuritas, mengatakan bahwa sentimen laporan keuangan itu diyakini bisa mendorong indeks hingga masuk ke level psikologis di angka 6.000 hingga akhir bulan ini. Para Investro menunggu untuk melihat fundamental dari perusahaan di tengah sentimen ketidak pastian yang cukup besar secara eksterlal ini.

"Rata-rata sudah sesuai dengan ekspetasi dengan laba cukup solid sehingga hal tersebut membuat indeks terlihat murah," kata Yosua

Apalagi jika mengingat banyak investor asing yang sudah keluar dari bursa saat ini. Tapi sentimen laporan keuangan dinilai hanya akan menjadi sentimen sementara bagi indeks. Kemungkinannya ada pada Agustus mendatang. Pada saat itulah indeks akan kembali masuk ke area konsolidasi.

Sentimen positif juga diperkirakan baru akan kembali pada November nanti. Target hingga akhir tahun yang akan datang adalah indeks akan berada di level 6.300. Infrastruktur dan konstruksi adalah beberapa sektor yang masih bisa dipertimbangkan untuk dibeli.

Selain itu, sektor batubara dan pertambangan juga memperoleh keuntungna dengan semakin melemahnya nilai tukar rupiah. Samentar itu, salah satu kenaikan saham ditunjukan laporan keuangan sektor perbankan dari PT Bank Negara Indoensia Tbk (BBNI) yang memperlihatkan kinerja positif.

Sangat mungkin indeks kembali ke level 6.000 jika saham-saham perbankan terus mencatat kenaikan. Diprediksi bahwa indeks akan menyentuh angka psikologisnya di 6.000 pada pekan ini. Bahkan sektor perbankan diprediksi indeks bisa berada di level 6.500 hingga akhit tahun mendatang.

Di sisi lain, beberapa saham bluechip ygan sudah ada di level bottom masih bisa dikoleksi. Seperti saham ASII, TLKM dan juga UNVR. Kepalar Rilis laporan keuangan emiten semester I 2018 juga sudah bergerak sesuai harapan meskipun masih sangat jauh dari sisi makroekonomi.

"Cukup on track (hasil laporan keuangan). Tapi dari sisi nilai tukar rupiah dan suku bunga acuan masih jauh sekali atau tidak sesuai harapan," kata David N Sutyanto, Kepala Riset Ekuator Swarna Sekuritas.

Kendati demikian, target untuk mempertahankan di level 6.600 masih optimis jika mengacu kepada prospek IHSG hingga akhit tahun. Meskipun Ekuator Swarna Sekuritas sempat memangkas target IHSG dari 7.000 di awal tahun menjadi 6.600 pada sebelumnya.

Maka dari itulah diharapkan laporan keuangan bisa membawa IHSG ke level 6.000 lagi pada awal Agustus nanti. Target IHSG akhit tahun 6.600 memang tidak bisa dicapai hanya dengan mengandalkan rilis laporan keuangan yang positif.

Agar bisa menembus level resistance 6.500 dibutuhkan sentimen ekstra. "Kuncinya ada di nilai tukar. Ketika dolar mereda maka rupiah akan membaik. Saat itu ada harapan IHSG mencapai 6.600," tambah David.

 

{literal} {/literal}
"Cukup on track (hasil laporan keuangan). Tapi dari sisi nilai tukar rupiah dan suku bunga acuan masih jauh sekali atau tidak sesuai harapan,"

You can share this post!

Comments