• Indonesia
Mengenal Bisnis Modal Dengkul yang Baru
Artikel

Mengenal Bisnis Modal Dengkul yang Baru

Bisnis yang baik adalah yang menguntungkan dan ini ditentukan oleh produk banyak dibutuhkan orang. Produknya harus berguna dalam pemakaian sehari-hari sehingga banyak dibeli. Keuntungan dari penjualan produk inilah yang menjaga keberlangsungan bisnis apapun itu.

Hati-hati dengan tawaran kelompok bisnis yang memberikan keuntungan dari hanya dari merekrut member baru. Apalagi kalau untuk menjadi anggotanya butuh baiya mahal. Bisa dipastikan bisnis itu tidak akan bertahan lama. Untuk menjalankan suatu bisnis, pelakunya harus memiliki motivasi dan ilmu yang memadai.

Tidak harus ilmu rumit, tapi yang praktis dan bisa diterapkan dalam proses bisnis sehari-hari. Kebanyakan bisnis jaringan hanya mengutamakan member bergabung tanpa mendidik mereka. Ini adalah satu model yang tidak mungkin membawa sukses bagi membernya.

Komponen yang sangat penting untuk mempercepat bisnis dalam era online dan media sosial saat ini adalah kemampuan replikasi. Yaitu bagaimana kita bisa dengan cepat mendapatkan member sebagai team kerja. Setelah mendapatkannya, kita harus cepat pula melatih, mendidik dan mengembangkan mereka.

Dalam bisnis ini adalah tergantung seberapa cepat bisa membuat sukses orang lain. Perkawinan antara teknologi dan transportasi pun kembali melahirkan inovasi yang menarik. Setelah ojek dan taksi online menjamur di Indonesia, kini giliran bisnis sewa sepeda listrik berbasis aplikasi. Setelah Go-Jak dan Grab, kali ini giliran Migo yang hadir di Indonesia.

Migo merupakan perusahaan aplikasi yang menyewakan sepeda listrik. Setelah sukses hadir di Surabaya sejak Agustus 2017, Migo pun hadir di Jakarta sejak Desember 2018. Perusahaan yakin sewa sepeda listrik bisa menjadi solusi untuk kota metropolitan yang sudah mengalami kemacetan parah dan penuh polusi.m

Untuk menunjang pelayananya, migo pun membuka peluang bagi masyarakat menjadi mitranya yang nantinya menjadi Migo Station. Migo menawarkan peluang usaha tanpa modal alias modal dengkul. Mitra hannya diperlukan memiliki tempat yang mudah diakses dan tersedia tempat minimal 5x3 meter untuk menjadi lahan parkri sepeda listriknya.

Setelah formulir pengajuan diterima dan disetujui, nantinya mitra akan dikirim beberapa unit sepeda listrik, lengkap dengan helem dan charger. Seperti Helmi yang dikirimi lima unit sepeda listrik, helm dan dua unit charger. "Daftarnya juga lewat aplikasi, ngga bayar sama sekali," katanya.

Selain tanpa modal, peluang bisnis ini juga tanpa biaya operasional. Biaya listri ternyata ditanggung oleh pihak Migo. Mitra harus memiliki listrik minimal 1.300 watt. "Kalau listrik, kita dapat uang listrik. Kemarin saya dapat Rp 350 ribu per bulan, tergantung pemakaian. Nanti ada laorannya difoto. Minimal 1.300 watt, nggak boleh di bawahnya," terang Helmi.

Jika ada sepeda listrik yang rusak, itu juga dikenakan ke pengguna. Asalkan si mitra harus mengecek setiap sepeda listrik yang dikembalikan pengguna. "Jadi kita cek dulu. Kalau ada yang rusak, kita laporin ke pusat. Nah, nanti pengguna yang harus bayar," tambah Helmi.

You can share this post!

Comments