• Indonesia
Mengenal Lebih Dalam NPWP 2019
Berita

Mengenal Lebih Dalam NPWP 2019

Sebagai warga negara Indonesia, mungkin Anda sudah paham atau setidaknya pernah mendengar tentang Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP. Adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atua identitas dalam melaksanakan hak dan kewajiban dalam urusan perpajakan.

NPWP wajib dimiliki warga indonesia, baik itu perorangan maupun badan usaha. NPWP ini dijadikan sebagai sarana administrasi perpajakan atau acuan untuk membayar pajak, juga menjadi persyaratan sejumlah pelayanan umum, seperti pengajuan kredit, pembuatan paspor dan sebagainya.

Kartu NPWP pribadi bisa dikatakan sama seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang wajib dimiliki orang yang telah memenuhi persyaratan tertentu. Dalam hal ini, berarti memenuhi syarat sebagai Wajib Pajak.

Bagi Wajib Pajak yang tidak mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP, sudah ada sanksi yang menunggu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan. Apabila Anda ingin membuat NPWP tetapi masih dalam kondisi status belum bekerja atau sedang melamar pekerjaan, maka Anda tetap bisa melakukan pengajuan pembuatan NPWP secara online atau offline.

Anda hanya perlu menjawab pertanyaan yang diajukan formulirnya. Secara umum, nanti akan ada pertanyaan: Apakah saat ini Anda tidak bekerja atau wirausaha. Untuk menjawabnya, Anda tingga memilih opsi jawaban yang sesuai dengan keadaan Anda terkini saat mengisi formulir.

Jadi Anda tidak perlu ragu lagi dan bisa memproses NPWP walaupun status Anda masih belum bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Justru hal ini akan bermanfaat positif sebab ketika Anda diterima bekerja dan kantor mempersyaratkan Anda memiliki NPWP, Anda sudah memilikinya.

Penghasilan TIdak Kena Pajak (PTKP)

Seseorang dinyatakan sebagai Wajib Pajak ialah apabila telah mempunyai penghasilan dalam satu tahun yang melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Hal ini berlaku bagi setiap orang (pribadi) baik yang belum maupun yang sudah berkeluarga.

Namun bagi wanita kawin yang tidak melakukan perjanjian pisah harta dan pisah penghasilan dengan suaminya tidak wajib memiliki NPWP. Ada pun PTKP tebari tahun 2019, yakni masih mengacu pada PMK No. 101/PM.010/2016.

  • Rp 54.000.000 untuk diri Wajib Pajak orang pribadi
  • Rp 4.500.000 tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin.
  • Rp 54.000.000 untuk istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami.
  • RP 4.500.000 tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya.

You can share this post!

Comments