• Indonesia
Menilik Obligasi BFI dan ASEAN3 Government
Keuangan

Menilik Obligasi BFI dan ASEAN3 Government

PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV BFI Finance Indonesia Tahap II tahun 2019. Nilai pokok sebesar-besarnya Rp 1 triliun. Surat utang itu merupakan bagian dari Obligasi berkelanjutan IV BFI Finance Indonesia dengan target dana Rp 8 triliun.

Hal itu terungkap dalam prospektus obligasi BFIN pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip di Jakarta pada hari ini, Kamis (7/2). Rincinya, surat utang tersebut terbagi dalam seri A senilai Rp 500 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 9 persen dan akan jatuh tempo 370 hari setelah tanggal emisi.

Selanjutnya, seri B senilai Rp 500 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,5 persen dan akan jatuh tempo tiga bulan setelah tanggal emisi. Adapun pemegang saham obligasi Seri A akan menikmati bunganya setiap tiga bulan sejak tanggal emisi hingga 2 Maret 2020 dan Seri B hingga 22 Februari 2022.

Rencananya, surat utang ini akan ditawarkan kepada umum pada 18 sampai 19 Februari 2019, penjatahan pada 20 Februari 2019 dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 25 Februari 2019. Dana hasil penerbitan surat utang dengan peringkat AA- dari PT Fitc Rating Indonesia itu akan digunakan untuk modal kerja berupa pembiayaan investasi, modal kerja dan multiguna.

Dalam aksi korporasi ini, BFIN menunjuk PT Danareksa Sekuritas, PT BS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk selaku penjamin Pelaksana emisi Obligasi. Sementara itu, sepanjang tahun ini, kinerja indeks ASEAN3 Government Rupiah Bond Index berhasil tumbuh 2,57 persen secara year-to-date (ytd).

Capaian ini mengungguli kinerja dua indeks sejawatnya, yakni ASEAN3 Government Ringgit Bond Index dan ASEAN3 Government Baht Bond Index yang masing-masing tumbuh 1.01 persen dan 0,77 persen ytd.

Berdasarkan data Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) per Rabu (6/2), ASEAN3 Government Rupiah Bond Index sudah berada di level 116,973. Posisi ini sudah meningkat 2,926 poin dibandingkan posisi akhir tahun lalu.

Kinerja indeks ASEAN3 Government Rupiah Bond Index sudah mengungguli kinerja indeks gabungan ketiga denominasi, yakni ASEAN3 Government Bond Index yang sepanjang tahun ini tumbuh 1,45 persen ytd.

Posisinya kini di level 111.399 atau naik 1.590 poin dibandingkan pada akhir 2018. Kendati demikian, kinerja indeks ASEAN3 Government Rupiah Bond Indeks masih mencatatkan return negatif secara year-on-year (yoy), yakni turun 1,46 persen.

Padahal, kedua indeks dalam denominasi ringgit Malaysia dan baht Thailand justru mencatatkan return yang sangat positif. ASEAN3 Government Ringgit Bond Index dan ASEAN3 Government Baht Bond Index tumbuh masing-masing 4,26 persen dan 2,23 persen yoy.

You can share this post!

Comments