• Indonesia
Menteri BUMN Yakin Saham Krakatau Steel Semakin Membaik
Bisnis

Menteri BUMN Yakin Saham Krakatau Steel Semakin Membaik

Saham BUMN produsen baja PT Kraktau Steel Tbk (KRAS) masif menarik di mata investor kendali secara fundamental masih menderita rugi bersih sepanjang tahun lalu. Pada perdagangan pagi ini, Selasa (9/4) pukul 09.46 WIB, data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan saham KRAS naik hampir 4 persendi level 448 per saham dengan nilai transaksi Rp 2,81 miliar dan volume perdagangan 6,30 juta saham.

Kendati naik, namun dalam satu bulan terakhir, saham KRAS sudah amblas 7 persen. Secara year to date atau tahun berjalan, saham KRAS masih mampu memberikan gain 11,44 persen dengan net buy (beli bersih) asing mencapai Rp 5,25 miliar di semua pasar. Krakatau Steel masih mencatatkan rugi bersih selama tujuh tahun berturut-turut.

Pada 2018, KRAS mencatatkan rugi bersih senilai 74,82 juta dolar AS atau Rp 1,05 triliun (kurs Rp 14.000 per dolar AS). Saldo kerugian selama bertahun-tahun menumpuk menjadi 821,4 juta dolar AS atau Rp 11,49 triliun. Hal ini otomatis menyebabkan menjadi defesiensi atau pengurangan modal selama bertahun-tahun. Tahun ini, Menteri BUMN, Rini Soemarno, menjanjikan BUMN produsen baja ini bisa meraih untuk pada tahun ini setelah proese restrukturisasi utang selesai dilakukan.

Krakatau Steel memiliki utang yang sangat besar, yakni 2,49 miliar dolar AS atau Rp 34,86triliun pada akhir 2018. "Krakatau Steel memang sangat berat karena permasalahannya banyak dan sudah lama. Tapi kami yakin bahwa ini bisa turn around dan dnegan sinergi BUMN sekarang sudah keliatan semakin mebaik. Jadi insya Allah tahun 2019, sudah untung," ujar Rini.

Jumlah utang Krakatau Steel naik 10,45 persen dibandingkan 2017 sebesar 2,26 miliar dolar AS. Di sisi lain, Presiden Komisaris Utama PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) Muktar Widjaja, melakukan penjualan saham perseroan sebanyak 4,25 juta lembar.

Tujuan transaksi ialah untuk investasi. Dalam keterbukaan informasi, Muktar menuliskan bahwa dirinya melakukan penjualan saham BSSDE pada 28 sampai 3 April2019 sebanyak 4,25 juta lembar. Harga per saham Rp 1.452 sehingga total transaksi mencapai Rp 6,17 miliar.

Sebelumnya, Muktar memiliki saham BSDE sebanyak 71,94 juta lembar. Setelah transaksi, kepemilikan dari putra Eka Tijpta Widjaja ini terhadap BSDE berkurang menuju 67,69 juta lembar. "Status kepemilikan saham adalah tergantung. Tujuan transaksi untuk investasi," papar Muktar.

Pada perdagangan hari ini, pukul 09.10 WIB, saham BSDE turun lima poin atau 0,34 persen menjadi Rp 1.455. Kapitalisasi pasar sebesar RP 28 triliun dengan PER 21,58 kali. Setahun terakhir, harga bergerak di rentang Rp 930 sampai Rp 1.845.

You can share this post!

Comments