7 kontainer Daging Jeroan Ilegal Masuk Lewat Tanjuk Priok

daging-sapiJakarta- Sebanyak tujuh container berisi daging jeroan masuk secara ilegal melalui Terminal Mustika Alam Lestari, Tanjung Priok.

Jumlahnya pun mencapai 163,5 ton yang terdiri dari jeroan dan daging kelas dua bagian leher. Impor daging ilegal ini merupakan yang terbesar sepanjang 2016. Hal ini berhasil diungkap oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

“Ini yang paling banyak 163,5 ton,” kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi di Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha Segara, Jakarta, Kamis (16/6/2016).

Impor daging ini berasal dari Australia dan Selandia Baru. Rencananya, daging selundupan ini akan dijual secara besar di berbagai pasar tradisional di Indonesia.

“Ternyata ini isinya adalah jeroan padahal dokumennya pakan ternak. Sebanyak 163 ton ini dari Australia dan New Zealand, satu perusahaan yang sama. Jadi ada liver, hati, ginjal dalam impor kali ini,” jelasnya.

Berdasarkan hasil analisis intelijen, importasi daging oleh PT CSUB dinilai ilegal karena importir memberitahukan jenis dan jumlah barang impor dalam pemberitahuan pabean secara salah dan menyerahkan pemberitahuan impor barang (PIB) yang memuat data yang tidak benar.

Sebagai hasil pemeriksaan fisik serta pengambilan contoh barang pada 21 Mei 2016 didapatkan 9.273 karton Beef Heart, Beef Livers, Beef Neck Trim, Beef Kidney, Beef Lung, dan Beef Feet dalam keadaan beku yang berasal dari Australia dan New Zealand.

Selanjutnya petugas melaksanakan uji laboratorium di Balai Penelitian dan Identifikasi Barang (BPIB) Jakarta atas contoh barang tersebut, dan akhirnya diketahui bahwa fisik barang tidak sesuai dengan uraian barang yang diberitahukan dalam PIB yang menyebutkan barang berupa monocalcium phosplzatefeed grade (bahan kimia) sebanyak 7000 bg (175.000 kg).[red/oke]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *