JK Dukung Penuh Pembangunan Jembatan Penajam-Balikpapan

thumb_20151128_JK_Dukung_Penuh_Pembangunan_Jembatan_Penajam-BalikpapanSamarinda – Bupati Penajam Paser Utara Yusran Aspar mengatakan rencana pembangunan jembatan penghubung Penajam-Balikpapan di Kalimantan Timur mendapat dukungan penuh dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Wakil Presiden mendukung sepenuhnya rencana pembangunan jembatan penghubung itu, bahkan beliau berjanji akan membantu proses izin ‘clearance’ atau tinggi ruang bebas jembatan yang sejauh ini belum diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan,” ujar Yusran Aspar di Penajam, Sabtu (28/11/2015).

Jembatan penghubung Penajam-Balikpapan sepanjang 4,3 kilometer dengan lebar 33 meter tersebut diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp5,6 triliun.

Yusran menyatakan jika izin tinggi ruang bebas jembatan penghubung Penajam-Balikpapan setinggi 50 meter dari permukaan air laut tertinggi dari Kemenhub telah diterima, sesegera mungkin akan membentuk konsorsium. Menurut Yusran, konsorsium pembangunan jembatan untuk menentukan sistem pembiayaan megaproyek tersebut.

“Ditargetkan akhir tahun ini konsorsium pembangunan jembatan penghubung itu terbentuk,” tambahnya.

Pembangunan jembatan penghubung dengan titik di Nipah-nipah, Penajam Paser Utara dan Melawai, Kota Balikpapan, hingga saat ini masih terkendala izin “clearance” atau tinggi ruang bebas jembatan setinggi 50 meter dari permukaan air laut tertinggi, yang belum diterbitkan Kemenhub.

Pembangunan jembatan di Teluk Balikpapan tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama, karena merupakan proyek besar yang menelan biaya sekitar Rp5,6 triliun.

“Pengerjaan proyek besar itu tidak bisa dilakukan dengan sekejap. Kota Surabaya, Jawa Timur, saja membangun Jembatan Suramadu membutuhkan waktu hampir 20 tahun,” ujarnya.

Pembangunan jembatan penghubung Penajam-Balikpapan, tambah Yusran, merupakan tanggung jawab pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan transportasi terbaik kepada masyarakat. sehingga diharapkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat.

Ia yakin keberadaan jembatan penghubung Penajam-Balikpapan tersebut dapat menjadi solusi untuk menekan tingginya inflasi, karena untuk pemenuhan persediaan kebutuhan pokok di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kota Balikpapan saat ini masih bergantung pada kondisi laut. (He/ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *