Paviliun Indonesia Mengangkat Nama Harum Bangsa dan Negara RI di World Milan Expo 2015

11163183_418917661615697_8521724752887556187_n-3076l3p9ry3fitp680llhmMilan -Paviliun Indonesia di Even bergengsi Internasional World Milan Expo 2015 menempati lahan seluas 1.175 meter persegi. Didesain dengan arsitektur unik berupa Bubu (alat penangkap ikan tradisional) untuk menunjukan Indonesia adalah negara maritim dan negara kepulauan yang terbesar di dunia. Desain ini menarik perhatian Stasiun Televisi CNN dan menobatkannya sebagai salah satu dari 24 paviliun dengan arsitektur terunik.

Jumlah pengunjung Paviliun Indonesia mencapai angka rata-rata 35.000 orang per hari, khususnya di akhir pekan di mana Expo sangat ramai didatangi pengunjung. Untuk mengantisipasi jumlah pengunjung yang makin ramai dari hari ke hari, Paviliun Indonesia terus berbenah diri. Salah satunya dengan melakukan relokasi Bogor Café Desa Restaurant yang sebelumnya menjadi satu dengan ruang galeri, sekarang dibuat terpisah menjadi lebih eksklusif dengan sentuhan interior khas Indonesia.

Keunikan dari Paviliun Indonesia yang menjadi daya Tarik pengunjung adalah display rempah-rempah yang dapat langsung dirasakan oleh panca indera. Pengunjung dapat melihat, memegang, dan mencium. Dan jika ingin mencicipi rasa dari rempah-rempah yang ada, maka pengunjung dapat mencoba melalui sajian berupa kuliner masakan tradisional Indonesia yang tersedia di Bogor Café Desa Restaurant didukung oleh Restaurant Desa dari Amsterdam.
Brenda, salah satu mahasiswi asal Vatikan, mengaku datang ke Paviliun Indonesia untuk menonton pertunjukan tari topeng Bali yang dibawakan oleh I Made Djimat bersama Enrico Maserolli, seorang maestro asal Italia, “Selain nonton tari topeng, saya juga kangen makanan Indonesia,” kata mahasiswi yang pernah beberapa kali berkunjung ke Bali.

Akhir pekan lalu, Brenda kembali berkunjung dan melihat adanya perubahan dengan pembenahan Paviliun Indonesia dan di pintu masuk Brenda disambut dengan salam dan senyum dari staf Indonesia Paviliun “Wow, saya merasakan sambutan dan kehangatan Indonesia di Milan,” kata Brenda. Hal ini menunjukan bahwa Paviliun Indonesia sangat mengedepankan pelayanan yang ramah bagi para pengunjungnya.
Peran Artha Graha Peduli dalam medukung Paviliun Indonesia
Pengelolaan Paviliun Indonesia di World Expo Milan 2015 oleh Koperasi Pelestari Budaya Nusantara (KPBN) yang mengajak kerjasama Artha Graha Peduli dan Artha Graha Network serta para sponsor yaitu PGN, Indofood, Astra, AKR, DJarum Foundation, Sinar Mas Group dan para sponsor lain. Dalam pengelolaan Paviliun Indonesia ini turut didampingi oleh Pemerintah, melalui ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) Milan yang merupakan perwakilan pemerintah dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia yang beroperasi dibawah Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional.

Harapan pemerintah agar Paviliun Indonesia dapat menjadi paviliun yang menarik dan banyak dikunjungi, sehingga berbagai upaya pembenahan dan rencana kegiatan terus dilakukan.

Peran besar dari pengusaha nasional Erick Thohir juga berkontribusi mendukung Paviliun Indonesia dengan menghadirkan pelatih sepak bola kenamaan Intermilan Roberto Mancini, kapten tim Andrea Ranochia, dan vice president Javier Zanetti yang juga merupakan Duta World Expo Milan 2015. Para bintang Intermilan tersebut sangat menikmati dan menyukai cita rasa masakan Nusantara lewat menu-menu andalan yang disajikan oleh para chef ahli dari Bogor Café Desa Restaurant.
Paviliun Indonesia Dari Cibiran Mendapat Penghargaan Dunia
Keberhasilan Paviliun Indonesia masuk dalam 10 besar pengunjung terbanyak di World Expo Milan 2015 dinilai karena kekompakkan bersama. Meski awalnya mendapat cibiran dan bahkan dihina warga Indonesia sendiri, namun menurut pendiri Artha Graha Network, Tomy Winata, panitia berhasil membawa Paviliun Indonesia pada posisinya.
Tomy mengatakan pada awalnya pihak AGN ‘datang’ ke Milan hanya sebagai sponsor dan pengelola restoran. Namun, Ketua Koperasi Pelestarian Budaya Nusantara (KPBN), Didi Petet meminta AGN untuk ikut serta dalam acara tersebut.

“Kami hanya tak ingin Indonesia dilecehkan orang. Kami hanya ingin memposisikan Indonesia pada tempatnya. Faktanya warga seluruh dunia tahu bagaimana hebatnya Indonesia,” ujar dia kepada wartawan, Kamis (29/10).

Terkait keberhasilan Indonesia dalam upaya memecahkan rekor dunia tumpeng Guinness World Record dan Museum Rekor Indonesia (MURI) dan besarnya pengunjung hingga 3 juta pengunjung, ia menyatakan hal itu berasal dari kekompakkan tim. Tim itu berasal dari KPBN, AGN, Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, IPTC, relawan dan para mahasiswa yang ikut dalam acara tersebut.
Dengan keberhasilan yang diraih Paviliun Indonesia di World Expo Milan 2015, maka sudah sepantasnya Pemerintah Pusat memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua Tim terkait, terutama pihak Artha Graha Group dibawah Pimpinan Bapak Tomy Winata yang bersama Tim bekerja keras selama 6 bulan untuk mengharumkan nama Paviliun Indonesia, terutama kepada Tim Media Massa yang selalu berkoordinasi menyampaikan kemajuan-kemajuan dari Paviliun Indonesia hingga mendapatkan Penghargaan dan nama harum bangsa dan Negara RI dimata Dunia Internasional, Selamat atas kerja keras dan keberhasilan Tim Panitia baik KPBN, AGN, Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, IPTC, dan para Relawan semuanya.(he/muhidin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *