PLTG Borang Beroperasi, Mungkinkah Palembang Tak Lagi Byar Prett?

PLTG sematangPalembang- Beroperasinya Pembangkit Listrik Sematang Borang, setidaknya membuat BUMN kelistrikan (PLN Wilayah Sumsel, Jambi,Bengkulu) senang, pasalnya selain dapat mensuplay listrik di dalam Kota Palembang, PLTG tersebut mampu menyokong listrik ke luar Sumatera Selatan jika pasokan listrik kekurangan daya.

PLTG Borang yang sempat tertunda operasionalnya sekitar 10 tahun lalu itu memiliki kapasitas 14 megawatt (MW) dengan dua mesin yang operatori oleh PT Pembangkit Listrik Palembang Jaya, sebuah anak usaha dari BUMD Kota Palembang, PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J).

General Manager (GM) PT PLN wilayah S2JB, Budi Pangestu, saat menghadiri peresmian PLTG Sematang Borang, hari ini, Rabu kemarin menjelaskan seluruh gardu induk yang ada saat ini sebenarnya telah mampu mencukupi kebutuhan seluruh warga Sumsel.

“Sokongan dari PLTG Borang ini, akan dapat membantu daerah-daerah lain di luar Sumsel,” ungkapnya.

Budi menambahkan, pasokan dari seluruh gardu induk di Sumsel juga diperuntukkan bagi daerah di area kerja PT PLN, yakni Jambi dan Bengkulu.

Budi mengakui, tambahan pasokan listrik ini, memang diperlukan, karena terkadang PLN wilayah S2JB melakukan “subsidi” pasokan listrik di luar Sumsel, seperti di Lampung.

Dengan tambahan sokongan energi listrik ini, imbuhnya menjadikan Sumsel sebagai lumbung energi Nasional. Meskipun masyarakat terkadang mengeluh dengan seringnya terjadi pemadaman listrik.

“Sebenarnya pemadamanan listrik bukan dikarenakan kita kekurangan pasokan listrik,tetapi lebih banyak disebabkan oleh gangguan,” tuturnya.

Nantinya, terang dia listrik yang dihasilkan oleh PLTMG Sematang Borang dibeli PLN dengan harga sekitar Rp 1.200 per kWH.

PLTMG ini dioperasionalkan dengan menggunakan gas yang dipasok oleh PT Pertamina Asset II dengan jumlah mencapai 2 juta kubik gas per hari.

Walikota Palembang Harnojoyo menyatakan jika pembangunan PLTMG ini tidak akan menjadi akhir dari upaya Pemkot Palembang untuk menjadi penyedia listrik tambahan selain yang berasal dari gardu milik PLN.

Kedepan, pihaknya akan terus berupaya mencari investor yang akan kembali membangun pembangkit listrik. “Dengan begitu, bukan hanya Sumsel yang menjadi lumbung energi Nasional, melainkan Palembaang juga,” ulasnya.

Dia mengklaim setelah pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa), sekarang PLTMG. Disini menurutnya Palembang juga kedatangan dua investor dari Amerika Serikat yang tampaknya tertarik untuk melakukan investasi di Palembang terkait pembangkit listrik.

Harno mengatakan, jika dengan pasokan listrik yang memadai tak akan ada alasan PLN memadamkan listrik akibat kekurangan energi.

Karena, jika PDAM padam yang disalahkan Pemkot Palembang. Padahal PDAM itu padam karena pemadaman listrik. “Mungkin dengan banyaknya sumber listrik dapat saling back up jika memang terjadi gangguan,” tandasnya.

(Red/Irwan Wahyudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *