• Indonesia
OJK Terus Memantau Dinamika Pasar Keuangan
Keuangan

OJK Terus Memantau Dinamika Pasar Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mempersiapkan aturan lebih detail mengenai transaksi efek di luar bursa. Beleid ini dikeluarkan sejalan dengan perkembangan transaksi efek yang semakin kompleks. Aturan yang disusun OJK ini akan melengkapi peraturan Bapepam III.A.10.No 42/PM/1997.

Selama ini, perdagangan efek di bursa mengacu pada aturan Bapepam tersebut. OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangna masih terjaga, didukung kinerja transaksi keuangan yang menguat dan profil risiko yang terkelola.

Pernyataan tersebut disimpulkan dalma hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK seperti dikutip dari keterangan tertulis. Namun, regulator jasa keuangan itu mengaku terus memantau risiko penurunan ekonomi yang berasal dari pengetatan likuiditias global serta kelanjutan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

"OJK akan terus memantau dinamika pasar keuangan dan berhati-hati menyikapi penguatan pasar keuangan pasar negara berkembang, sehingga tidak menganggu kinerja jasa keuangan serta stabilitas sitem keuangan nasional," ungkap Anto Prabowo, Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik.

Sepanjang Oktober hingga November tahun ini, pasar keuangan global, terutama di negara berkembang menguat sebagai efek pemilihan umum midterm AS yang diperkirakan dapat meningkatkan akurasi pengambilan kebijakan.

Rilis data tenaga kerja dan inflasi AS yang berada di bawah ekspetasi pasar telah menahan kenaikan imbal hasil obligasi AS dan penguatan indeks mata uang dolarnya. Penurunan harga minyak dan kesepakatan pemisahan Inggris dari Uni Eropa (Britania Exit/Brexit).

Perkembangan global itu diiringi dengan kinerja emiten yang terus membaik pada kuartal III 2018, sehingga memberi sentimen positif terhadap pasar keuangan domestik. Per 23 November 2018, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan sebesar 3 persen disertai volatilitas yang rendah.

Penguatan IHSG didorong oleh sektor keuangan, industri pasar dan properti. Investor asing mencatatkan beli bersih Rp 9,5 triliun. Di pasar Surat Berharga Negara (SBN), imbal hasil tenor jangka pendek, menengah dan panjang, menyusut masing-masing 34 basis poin (bps), 52 bps dan 49 bps dalam perhitungan bulanan.

Investor asing mencatatkan beli bersih Rp 30,3 triliun. Kinerja intermediasi sektor jasa keuangan juga bergerak positif pada Oktober lalu. Kredit perbankan tumbuh 13,35 persen dalam perhitungan tahunan, lebih tinggi dari pertumbuhan pada September lalu.

Di sisi lain, piutang pembiayaan hanya tumbuh 5,92 persen atau lebih rendah dari capaian September 6,06 persen. Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh sebesar 7,6 persen atau lebih tinggi dari raihan September yang hanya 6,6 persen.

Premi asuransi jiwa dan asuransi umum/reasuransi per Oktober 2018, masing-masing tercatat RP 156,09 triliun dan Rp 69,74 triliun atau melonjak dari premi bulan sebelumnya masing-masing tercatat Rp 141,14 triliun dan RP 62,74 triliun.

You can share this post!

Comments