• Indonesia
Pasar Saham Buat Rupiah Menguat, ABBA Membuat Kekhawatiran Investor
Perdagangan

Pasar Saham Buat Rupiah Menguat, ABBA Membuat Kekhawatiran Investor

Minat risiko di emerging market, tampaknya mulai muncul lagi. Bursa kawasan Asia, termasuk Indonesia, naik dalam beberapa hari terakhir. Hal ini turut menjadi obat kuat bagi rupiah.

Pagi tadi, Jumat (21/9), di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menunjukan penguatan rupiah sebesar 0,10 persen ke Rp 14.824 per dolar AS (Amerika Serikat) ketimbang posisi kemarin, Kamis (20/9).

Pasar saham memasuki window dressing kuartal ketiga dan itu merupakan penguatan Jisdor dalam tiga hari berturut-turut. Dalam tiga hari, rupiah menguat 0,56 persen.

Di pasar spot pukul 10.11 WIB, rupiah menguat 0,07 persen ke level Rp 14.838 per dolar AS. Dalam dua hari penguatan, rupiah menanjak 0,25 persen. Rupiah menguat bersama sebagian besar mata uang kawasan Asia.

Beberapa mata uang yang hari ini masih melemah terhadap dolar AS adalah baht, yen dan yuan. Sedangkan dolar masih tertekan dalam tiga hari terakhir. Indeks dolar berada di 93,90. Melemah 0,79 persen dalam tiga hari berturut-turut. Indeks dolar pun mencapai level terendah sejak Juni lalu.

Sementara itu, keluar masuknya saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) dari suspensi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuat kekhawatiran investor. Namun menanggapi sanksi yang diberikan otoritas bursa efek, Presiden Direktur PT Mahaka Media Tbk, Adrian Syarkawi, dalam paparan publik insidentil menyampaikan pihaknya sudah berkomunikasi dengan otoritas bursa.

Disampaikannya, naiknya saham ABBA lantaran adanya sentimen positif di pasra. Hingga paparan publik hari ini, ABBA juga masih belum memiliki rencana aksi korporasi dalam bentuk apapun. "Kenaikan karena sentimen positif di market. Toh kita tidak buat apa-apa," ungkap Adrian.

Tapi ia tidak menampik terpilihnya komisaris utama mahaka Media, Erick Thohir, mendapat  respon positif pelaku pasar setelah namanya ramai diperincangankan usai didapuk jadi Ketua Tim Sukses Jokowi - Ma'ruf Amin pada perhelatan Pilpres 2019.

Terlebih sebelumnya, eric dinilai cukup berhasil dalam penyelenggaraan Asian Games 2018. "Ya itu karena market yang merespons, bagaimana pun pemiliknya dia. Orang melihatnnya begitu," ujar Adrian.

Dia juga menjelaskan kalau posisi Erick sebagai pemilik perusahaan sudah selama dua tahun tidak pernah turut campur dalam kegiatan perseroan. Hal ini karena Erick disebut sibuk dengan kegiatannya sejak ditunjuk menjadi Ketua Penyelenggaraan Asian Games lalu.

Momentum politik ini, perseroan mengungkapkan pendapatan iklan bisa mengalami pertumbuhan 10 sampai 20 persen dibandingkan dengan biasanya. Hal ini didukung oleh meningkatnya permintaan iklan di beberapa media yang dimiliki perusahaan.

Tingkat permintaan iklan di tahun politik meningkat mengingat adanya budget khusus yang disediakan partai dan calon presiden dan wakilnya untuk berkampanya. "Kalau dulu-duldu bisa 10 sampai 15 persen kenaikan dari reguler. Bahkan bisa 20 persen naiknya, tapi kan tergantung pembatasan dari KPU juga," beber Adrian.

 

You can share this post!

Comments