• Indonesia
Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga BBM
Berita

Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga BBM

Sjarief Widjaja, Kepala Badan Riset SDM Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, menyayangkan bahwa saat ini di Indonesia, sektor perikanan atau yang berhubungan dengan kelautan belum maksimal. Kebanyakan masih fokus pada pengembangan di sektor darat.

"Karena itu akhirnya negara asing mengambil kesempatan untuk mencuri kekayaan laut yang ada di Indonesia sehingga ikan menjadi lebih sedikit dan mahal untuk masyarakat. Selain itu, banyak juga kapal-kapal asing yang menyelundupkan BBM melalui kapal ikan," tutur Sjarief. "Bahwa dengan satu kata tenggelamkan, bisa membuat ribuan ikan dan BBM diselamatkan," sambungnya.

Di sisi lain, meskipun angka subsidi mengalami peningkatan akibat kenaikan harga minyak dunia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, memperkirakan penerimaan negara dari sektor migas akan mengalami peningkatan. Bahkan ia memperkirakan neraca keuangan negara sektor ESDM akan mengalami surplus sebesar Rp 91,4 triliun.

Proyeksi surplus tersebut ini didapat dari selisih penerimaan sektor ESDM dibandingkan subsidi energi yang kini juga melonjak jauh lebih besar dibandingkan yang terdapat dalam APBN 2018. "Sebenarnya di APBN, surplus penerimaan migas dan minerba dibanding subsidi energi total estimasinya sebesar Rp 62,1 triliun. Sekarang, outlook surplusnya naik sekitar 50 persen jadi sekitar Rp 91,4 triliun," Kata Jonan.

Ia merinci berdasarkan proyeksi saat ini, penerimaan sektor migas dan minerba hingga akhir tahun nanti diperkirakan sebesar Rp 240,3 triliun atau lebih besar dari target APBN 2018 yang dipatok sebesar Rp 156,7 triliun. Sementara itu, total subsidi energi pada 2018, diproyeksikan sebesar Rp 148,9 triliun atau mengalami kenaikan dari penetapan APBN 2018 yang sebesar Rp 94,6 triliun.

Kenaikan subsidi energi ini, tidak terlepas dari meningkatnya harga minyak dunia sekaligus menghindari kenaikan harga BBM sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. "Memang yang diputuskan APBN itu Rp 94,6 triliun, ternyata outlook-nya Rp 149 triliun. Jadi, naik kira-kira hampir 60 persen. Harga minya dunia naik, subsidi harus disesuaikan. Kalau enggak, harga eceran BBM akan naik," ungkap Jonan.

Sementara Menteri Keuangan, Sri Mulyani, meminta kepada masyarakatuntuk sabar menantikan efek kebijakan mandatori pencampuran biodesel (B20) pada BBM. Permintaan tersebut ia sampaikan terkait data neraca perdagangan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Kebijakan tersebut baru saja dilaksanakan bulan ini.

Dengan kata lain, masih butuh waktu untuk melihat dampaknya ke neraca perdagangan dalam negeri. "Untuk impor migas memang masih cukup tinggi sehingga mengalami defisit. Oleh karena itu, nanti untuk pelaksanaan B20 dan kenaikan tarif PPh impor kemarin, akan kami lihat apakah itu sudah bisa menjadi tren atau anomali. Nanti bisa dilihat," ucap Sri.

You can share this post!

Comments