Jelang Ramadhan, Sumsel Antisipasi Kenaikan Harga Sembako

pasar tradisionalPemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) siap mengantisipasi kenaikan harga Sembilan bahan pokok (Sembako) disejumlah pasar tradisional menjelang bulan suci ramadhan.
Permana, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel menyebutkan, gejolak kenaikan harga biasa terjadi menjelang ramadhan, hal ini sudah menjadi kebiasaan pedagang setiap tahunnya.

“Disperindag Sumsel saat ini tengah mengatur strategi agar mampu menstabilkan harga Sembilan bahan pokok dipasar”, jelasnya saat dihubungi, Rabu (25/5/2016).

Dia menjelaskan, salah satu strategi tersebut yakni berkoordinasi dengan Tim Pengedali Inflasi Daerah (TPID) Sumsel. Seperti, kata dia Badan Urusan Logistik (Bulog), Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, dan Dinas Perikanan dan Kelautan. Pihaknya tengah mengumpulkan data-data disejumlah pasar tradisional dengan tim terkait.

“Pemutakhiran data yang dimaksud, menghitung ketersediaan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dipasaran” ulasnya.Selain itu, sambungnya data yang diperoleh dari daerah pensuplay bahan pangan, salah satunya seperti Kota Pagaralam sebagai sentra cabe.

Selanjutnya ketersedian sembako dan suplay yang masuk, khususnya ke Kota Palembang. Disperindag Sumsel dapat menentukan langkah ke depan. Apakah akan mendapatkan bahan dari luar Sumsel atau tetap mempertahankan suplay yang ada.

Dia menjelaskan tingginya permintaan masyarakat jelang ramadhan biasanya menjadi momen tahunan yang dimanfaatkan pedagang dan distributor memainkan harga.
Permana menegaskan, pihaknya tidak mentolerir pihak-pihak yang terbukti melakukan kecurangan, misalnya menimbun sembako. “Pokoknya sebelum puasa, kami akan bergerak,” paparnya.

Pantauan, harianekonomi.com, disejumlah pasar tradisional di Palembang, harga cabai merah di kawasan pasar 16 Ilir Palembang naik, kenaikan harga cabe tersebut sudah terasa sejak dua hari lalu sebesar Rp 30 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya seharga Rp 20 ribu kilogramnya.

Sementara harga cabai rawit juga mengalami kondisi kenaikan harga. Cabai tersebut dijual seharga Rp 40 ribu per kilogram sebelumnya hanya Rp 30 ribu kilogram.
Selain itu harga bawang merah juga tak luput dari kenaikan menjadi Rp 48 ribu per kilogramnya, yang sebelumnya Rp 44 ribu per kilogram. Bawang putih sebesar Rp 40 ribu per kg sebelumnya hanya Rp 30 ribu per kg. Harga daging ayam seharga Rp 28 ribu per kilogram sebelumnya hanya berkisar Rp 25 ribu per kilogram dan harga telur juga mengalami kenaikan menjadi Rp 20 ribu per kg dari sebelumnya Rp 18.000 per kg. Sedangkan harga beras berkisar Rp 200 ribu per 20 kilogram.

(Red/Irwan Wahyudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *