Waduh..! Kok BPK Sebut Data Produktivitas Beras Janggal ?

imagesJakarta – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan kejanggalan terhadap proses penghimpunan data produktivitas pada komoditi beras. Padahal data tersebut menjadi dasar dalam pengambilan keputusan impor beras.

Anggota IV BPK Rizal Djalil menjabarkan, pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap Dinas Pertanian di beberapa wilayah. Hasilnya ditemukan metode pengumpulan data yang tidak layak karena hanya berdasarkan perkiraan melalui pandangan mata.

“‎Kita bicara luas panen, berdasarkan wawancara dengan Kepala Cabang Dinas (KCD), ini orang Pertanian, dengan koordinator statistik kecamatan ditemukan bahwa metodologi pengumpulan data luas panen mengguna eye estimate, yang dilakukan oleh KCD,” terangnya di Gedung BPK, Jakarta, Selasa (21/6/2016).

Selain itu, BPK menilai sumber daya manusia (SDM) di KCD juga tidak kompeten. Pasalnya, dalam proses rekrutmen tidak ada melalui kompetensi yang kuat. Ditambah lagi SDM di KCD tidak pernah mendapatkan pelatihan dalam hal mendata produktivitas lahan padi.

“Ke dua rekrutmen KCD dilakukan tanpa syarat kompetensi dan proses seleksi. Dan KCD tidak pernah menerima pelatihan terkait dengan estimasi luas lahan dengan menggunakan metode apapun termasuk eye estimate tadi,” imbuhnya.

Berdasarkan hal itu, Rizal mengendus adanya konflik kepentingan dalam hal pendataan. Sehingga data yang dihasilkan tidak kredibel.

“KCD yang dibebani oleh target produksi padi, berpotensi menimbulkan conflict of interest. Dia ditargetkan harus menghasilkan beras sekian, dan dia juga disuruh mengukur ini konflik kepentingan di lapangan,” pungkasnya.[red/oke]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *