• Indonesia
Perencanaan Keuangan Keluarga Penting, Ini Alasannya!
Artikel

Perencanaan Keuangan Keluarga Penting, Ini Alasannya!

Berapa gaji kamu sebulan? Apakah dengan angka 10 atau 15 di depannya alias habis setelah tanggal 10 atau 15? He he.. Itu artinya kamu perlu tahu mengelola keuangan yang baik. Kamu yang sudah berkeluarga apalagi! Perencanaan keuangan keluarga sangat penting. Banyak keluarga yang bermasalah karena keuangan yang tidak stabil. Suami menganggap isteri tidak pandai mengelola keuangan dan isteri menuduh suami tidak jujur dengan gajinya.

Apa yang Dimakasud dengan Perencanaan Keuangan Keluarga?

Namanya juga perencanaan keluarga, artinya berhubungan dengan suami, isteri, dan anak. Perencanaan yang dilakukan bersama, seluruh anggota keluarga. Meski hanya suami yang bekerja, merencanakan harus sepengetahuan bersama.

Contoh perencanaan keluarga tersebut, antara lain menentukan tabungan liburan; menentukan pengeluaran harian, dan berhutang. Jika seluruh keluarga ikut berperan, semua akan dengan senang hati melakukannya.

Keluarga yang memutuskan tabungan untuk berlibur, akan menentukan terlebih dahulu destinasi wisata dan biaya yang dibutuhkan. Anak-anak akan memahami jika uang jajan dipotong karena mereka akan berwisata.

Alasan Perencanaan Keuangan Keluarga

Sudah terbayang bukan, mengapa perencanaan keuangan penting bagi sebuah keluarga?

Secara umum, jawaban pertanyaan di atas dirangkumkan dari berbagai sumber adalah sebagai berikut.

  1. Mengetahui Penghasilan dan Kebutuhan Keluarga

Pernah dengan pepatah yang mengatakan besar pasak daripada tiang? Artinya pengeluaran lebih besar daripada pendapatan. Hasilnya selalu minus. Kamu yang mengalaminya akan bermasalah karena gali lubang dan tutup lubang. Setiap bulan uang yang diperoleh habis untuk membayar hutang. Setelah itu, untuk kebutuhan sehari-hari kamu harus berhutang lagi dalam jumlah lebih besar.

Pepatah tersebut juga berlaku bagi keluarga. Itu sebabnya, mengelola keuangan keluarga akan sangat baik.

Tetapkan berapa penghasilan keluarga, baik dari kerja suami, suami dan isteri, atau dari penghasilan lain. Tahap awal, kamu harus membaginya menjadi 3, yaitu kebutuhan sehari-hari (termasuk makan dan tagihan bulanan), tabungan (sekitar sepertiganya), dan sisanya barulah perencanaan kebutuhan tambahan.

Jika kebutuhan kamu dirasakan kurang, sebaiknya kurangi bagian untuk kebutuhan sekunder, seperti makan di luar, rekreasi, dan lain-lain. Jika tidak perlu sekali, jangan mengurangi bagian yang akan ditabung.

Dengan membuat perencanaan, kamu akan mengetahui jumlah penghasilan dan kebutuhan keluarga lebih tepat. Kamu juga akan lebih bersemangat mencari penghasilan tambahan dibandingkan membuat pengeluaran tambahan.

  1. Membantu Mewujudkan Cita-Cita Keluarga

Cita-cita keluarga, misalnya memberikan pendidikan terbaik pada anak, umroh, atau jalan-jalan atau berwisata ke suatu tempat.

Perencanaan akan membuat cita-cita keluarga yang membutuhkan banyak dana dapat terwujud.

Contoh, keluarga yang menargetkan pergi ke Bali satu tahun yang akan datang. Dalam perencanaan, 50 persen akan digunakan dari tabungan yang ada. Sisanya, semua anggota keluarga akan menabung tambahannya dengan mengurangi uang jajan per hari.

Terbayang deh, banyak cita-cita dengan kebutuhan dana besar terwujud dengan adanya perencanaan keuangan.

  1. Menjadikan Keluarga Lebih Sejahtera

Banyak keluarga mempunyai masalah dengan keuangan. Orang tua mempunyai banyak hutang untuk berbagai keperluan rumah tangga. Sementara anak tidak tahu masalah tersebut.

Dengan perencanaan, keluarga lebih sejahtera. Masalah hutang sedikit demi sedikit akan dikurangi. Tidur anggota keluarga akan lebih nyaman dan nyenyak.

Betul bukan? Hutang membuat kamu tidak tidur nyenyak. Apalagi si pemberi pinjaman setiap hari menagih dengan sikap tidak ramah. Sangat tidak enak. Belum lagi kebutuhan lain yang terus ada. Itu tidak dapat dielakkan.

Itulah 3 alasan perlunya pengelolaan keuangan keluarga yang terencana. Semua akan berhasil saat semua anggota keluarga disiplin dalam melaksanakannya. Jangan pernah mengecilkan peranan anak-anak dalam hal ini. Tanpa kerja sama mereka, pengelolaan keuangan tidak terwujud. Anak dapat belajar mengendalikan diri dan memahami batasan antara kebutuhan dan keinginan di sini.

Jadi, yuk di tahun yang baru wujudkan kehidupan lebih baik dengan perencanaan keuangan keluarga!

You can share this post!

Comments