• Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diramalkan Menurun Bahkan Minus
Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diramalkan Menurun Bahkan Minus

Kondisi ekonomi Indonesia semenjak pandemik memang dapat dikatakan morat – marit. Tidak hanya pada satu dua sektor saja, semua sektor terkena imbas dari pada virus covid – 19 yang menjangkit hamper seluruh negara yang ada di dunia.

Hal ini menjadi pemicu ketidakseimbangan ekonomi baik di Indonesia maupun global. Yang paling merasakan sulitnya ekonomi di masa pandemik adalah pelaku usaha beserta karyawan, petani, dan sektor lain yang memang menjalankan usaha yang berhubungan dengan transportasi.

Bisa kita bayangkan hampir semua usaha pastilah mengandalkan adanya sebuah transportasi untuk mendistribusikan barangnya. Tak luput dari imbas pandemik ini, pelaku usaha bidang jasa yang disinyalir tidak mendapat dampak covid – 19 pun ternyata sama saja. Pengguna jasa menurun drastis lantaran adanya social dan physical distancing.

Kondisi yang demikian itu membuat pemerintah akhirnya angkat bicara perihal ekonomi Indonesia yang semakin hari semakin menurun. Namun demikian, kita sebagai warga negara yang baik dihimbau untuk tenang dan mengadakan inovasi – inovasi baru dalam bidang ekonomi supaya keadaan ekonomi kita menjadi kebali baik dan seimbang.

Beda Pendapat Antara Sri Mulyani dengan Mentri Koordinatior Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar

Berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia di era covid sekarang ini, ada satu hal yang kemudian menjadi sorotan yaitu antara pendapat Sri Mulyani sebagai Menkeu dan Luhut Binsar sebagai Mentri koordinator investasi. Dimana keduanya memiliki pendapat yang berbeda.

Sri Mulyani menuturkan bahwa kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi akan menurun di kuartal ke II yang mencapai -3,8 %. Hal ini disampaikan oleh mentri keuangan Sri Mulyani pada acara Town hall meeting kementrian keuangan yang dilakukan secara virtual.

Kondisi tersebut sudah pasti menjadi kabar buruk bagi seluruh lapisan masyarakat. Namun demikian pemerintah masih menganggarkan dana untuk pemulihan ekonomi yang ditujukan kepada sektor Kesehatan dan bantuan sosial.

Lain pendapat dengan Sri Mulyani, Luhut Binsar selaku mentri koordinator bidang kemaritiman dan investasi menyampaikan ramalannya tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang justru tidak akan minus meskipun jumlahnya memang menurun. Dirinya menyebutkan ekonomi Indonesia masih dapat tumbuh pada angka 2 – 3 %.

Hal ini disampaikan oleh Luhut saat meresmikan Gerakan Nasional belanja Pengadaan Pemerintah Untuk Usaha Mikro dan Usaha Kecil yang digelar pada hari Jumat (26/6/2020).

Meski demikian Luhut juga menyampaikan nilai tersebut masih bisa turun mengingat adanya pandemik Covid ini yang masih belum dapat ditentukan kapan berakhirnya. Luhut juga sempat menerangkan nilai paket pengadaan pemerintah bagi pelaku usaha mikro yang harus disalurkan adalah kisaran RP 318 trilyun.

Menghadapi situasi ekonomi Indonesia yang masih belum tentu potensi naik atau turunnya, masyarakat sebaiknya terus melakukan upaya untuk dapat melahirkan gagasan baru di bidang ekonomi sehingga penurunan keseimbangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia ini dapat teratasi dengan baik.

Pemuda adalah sasaran utama pemerintah yang digenjot untuk melakukan perubahan ekonomi di masa pandemik ini. Dimana pemuda ini dituntut untuk terus melakukan usaha dan upaya serta inovasi untuk mengembangkan perekonomian Indonesia. Sehingga terpuruknya perekonomian ini benar – benar teratasi.

Dengan menggerakan pemuda dan UMKM maka dapat sedikit memantu permasalahan ekonomi yang kini sedang melanda Indonesia tercinta. Dengan demikian roda ekonomi akan terus berjalan sesuai yang masyarakat harapkan. Tak ada lagi ketimpangan sosial dan tidak adalagi kekurangan pangan serta berkurangnya jumlah pengangguran yang ada di Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih menjadi prediksi ini seyogyanya kita hadapi Bersama, kita ancang – ancang Bersama untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi.

You can share this post!

Comments