• Indonesia
Portofolio Inflow Asing ke Indonesia Capai Rp 45,9 Triliun
Keuangan

Portofolio Inflow Asing ke Indonesia Capai Rp 45,9 Triliun

Referensi nilai tukar resmi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menguat dari Rp 14.057 menjadi Rp 14.079 pada perdagangan hari ini, Jumat (22/2). Sementara kurs dolar AS (Amerika Serikat) per Rupiah Indonesia merosot ke kisaran Rp 14.050 dalam perdagangan spot mata uang.

Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk tak mengubah suku bunga pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada kemarin, Kamis (21/2) mendorong penguatan kurs rupiah. Hasil RDG BI kemarin, menunjukan bahwa bank sentral mempertahankan 7-day Reverse Repot Rate (7DRR) sebesar 6.00 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 6.75 persen.

Menurut BI, keputusan tersebut sudah selaras degnan upaya untuk memperkuat stabilitas eksternal. Dalam penyaraan kebijakannya, BI mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi dunia melambat. Namun mereka meyakini kalau momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga degnan dukungan permintaan domestik.

Neraca pembayaran dan nilai tukar rupiah masih kondusif, sementara laju inflasi tetap terkendali dan mendukung pencapaian target inflasi sebesar 3.5 persen year-on-year (yoy) dalam tahun 2019. Secara keseluruhan, hasil RDG BI tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar dan tidak memberikan kejutan yang menyimpang dari perkiraan.

Hal itu mendongkrak kurs rupiah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ditutup menguat pada akhir perdagangan kemarin. Meski demikian, IHSG terpantau melandai 0,72 persen ke level 5,490,52 pada pertengahan sesi kedua hari ini lantaran mengikuti rontoknya beragam bursa saham lain di kawasan asia.

Tadi pagi, indeks Nikkei 225 sempat melorot 0,46 persen, indeks Hang Seng anjlok 0.67 persen, sementara indeks Shanghai komposit menurun 0,42 persen. Selain itu, nilai tukar rupiah sebenarnya masih dibebani oleh defisit neraca transaksi berjalan yang membengkak pada akhir tahun 2018.

Buruknya neraca transaksi berjalan tersebut diakibatkan oleh pelarian dana-dana asing dan kemerosotan sektor ekspor yang tak diimbangi dengan penurunan impor secara memadai. Iklim politik menjelang gelaran pemilu beberapa bulan mendatang juga menghambat penguata kurs rupiah dalam jangka menengah karena para investor cenderung menunda penanaman investasinya hingga mengetahui pemenang pemilu serta kebijakan-kebijakannya.

Sementara itu, BI mencatat aliran modal asing yang masuk ke Indonesia tercatat RP 45,9 triliun. BI menilai hal ini mencerminkan kepercayaan investor asing yang masih tinggi terhadap perekonomian Indonesia. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan dana asing masuk Rp 45,9 triliun di antaranya surat berharga negara (SBN) Rp 33,9 triliun, saham Rp 11,3 triliun dan sertifikat BI (SBI) Rp 1,1 triliun.

Perry menambahkan aliran dana tersebut jauh lebih besar dibandingkan dana asing yang masuk selama 2018 yang hanya Rp 13,9 triliun. Sepanjang tahun lalu, aliran dana asing ke SBN sebesar Rp 20,1 triliun. "Portofolio inflow asing ke Indonesia year to date sampai 21 Februari 2019 sebesar Rp 45,9 triliun," ujar Perry.

You can share this post!

Comments