BI Rate Turun, Pelaku Bisnis Proferti Respon Positif

imagesJakarta – Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan suku bunga (BI rate) pada bulan ini sebesar 0,25 persen menjadi 6,50 persen dari yang semula 6,75 persen. Keputusan BI itu direspons positif oleh pelaku bisnis terutama di sektor properti.

Menurut Director of Business Development PT Mutiara Mitra Sejahtera (MMS) Robert Yapari menuturkan, penurunan tersebut merupakan suatu hal yang positif di mata pengusaha. Pasalnya, itu dapat menyeret suku bunga pinjaman perbankan juga turun.

“Ini suatu hal yang positif, pemerintah sebagai katalisator untuk dunia perbankan kita ikut menurunkan suku bunga juga, jadi 0,25 itu sebagai suatu indikator tapi dampak ke bank lainnya pasti lebih dari itu,” ujar Anton, di Jakarta, Kamis (16/6/2016) malam.

Sehingga kata dia, dengan penurunan BI rate tersebut diharapkan suku bunga perbankan dapat menyentuh single digit. Hal tersebut dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing Indonesia dengan negara lain yang memiliki suku bunga lebih rendah.

“Karena kita di Indonesia bunganya kan rata-rata 12 persen, sedangkan kalau kita lihat industri properti maupun yang lain sudah dibuka seluas-luasnya untuk investor dari luar negeri yang mereka datang dari negara dengan suku bunga pinjaman hanya 2 sampai 5 persen, bagaimana Indonesia bisa bersaing jika bunga kita lebih besar, itu tidak bisa diabaikan,” pungkasnya.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, BI baru saja menurunkan suku bunga acuannya sebesar 0,25 persen. Maka tercatat, sepanjang tahun ini BI telah menurunkan BI Rate sebanyak 100 Basis Point (Bps). Namun, hingga saat ini kebijakan tersebut baru berdampak pada penurunan suku bunga kredit hingga 33 Bps.[red/oke]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *