• Indonesia
Rupiah Melemah, BI Respon dengan Kenaikan 7 DDR
Keuangan

Rupiah Melemah, BI Respon dengan Kenaikan 7 DDR

Nilai tukar dolar AS (Amerika Serikat) terhadap rupiah, pagi ini, Jumat (28/9) menguat dibandingkan dengan kemarin. Dolar kembali bergerak ke 14.910. Sementara pagi kemarin, Kamis (27/9), posisi mata uang Negeri Paman Sam itu stagnan di level 14.895.

Dolar AS sempat bergerak ke level tertinggi di 14.936 dan terendah di Rp 14.904. Rupiah secara rata-rata melemah sebesar 1,05 persen pada Agustus lalu. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah relatif terbatas pada September ini sehingga pada dua hari yang lalu, ditutup pada level Rp 14.805 per dolar AS.

Untuk memperkuat stabilitas rupiah, kenaikan suku bunga tersebut juga didukung kebijakan memberlakukan transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam rangka mempercepat pendalaman pasar valas serta memberikan alternatif instrumen lindung nilai bagi bank dan korporasi.

Transaksi DNDF adalah forward yang penyelesaiannya dilakukan secara netting dalam mata uang rupiah di pasar valas domestik. Kurs acuan yang digunakan adalah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) untuk mata uang dolar AS terhadap rupiah dan kurs tengah transaksi Bank Indonesia (BI) untuk mata uang non-dolar AS terhadap rupiah.

Transaksi DNDF dapat dilakukan Bank dengan nasabah dan pihak asing untuk lindung nilai atas risiko nilai tukar rupiah dan wajib didukung underlying transaksi berupa perdagangan barang dan jasa, investasi dan pemberian kredit bank dalam valas.

Diperkirakan rupiah masih akan melmeah terbatas terhadap dolar AS hari ini. Rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.878 sampai Rp 14.990 per dolar AS. "Rupiah masih melemah terbatas karena setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan, Bank Indonesia turut merespons dengan kenaikan BI 7 DDR sebesar 25 bps ke 5,75 persen," kata Renny Eka Putri, Analis Pasar Uang Bank Mandiri.

Sedangkan analis Panin Sekuritas, William Hartanto, memperkirakan rupiah akan menguat hari ini. Ia memprediksi akan bergerak di kisaran Rp 14.800 sampai Rp 14.990 per dolar AS. "Hari ini prediksi menguat, secara teknikal, ada pola hanging man yang menjadi sinyal turun bagi dolar AS," katanya.

William mengatakan faktor yang mempengaruhi pergerakan hari ini masih kelanjutan dari suku bunga. "Sisanya dari agenda ekonomi hari ini, tidak ada yang berpengaruh signifikan," kata William.

Kemarin, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI memutuskan untuk menaikan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,00 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.

Dalam situs resmi BI, JISDOR mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di angka Rp 14.919. Angka tersebut menunjukan penguatan 19 poin dari nilai sebelumnya, yaitu Rp 14.938 pada penutupan Rabu (16/9).

You can share this post!

Comments