• Indonesia
Sandiaga Kembali Jual Saham PT Saratoga
Perdagangan

Sandiaga Kembali Jual Saham PT Saratoga

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, kembali jual  saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti ditulis hari ini, Rabu (10/4), berdasarkan data kepemilikan saham per 31 Maret  2019, kepemilikan saham Sandiaga Uno di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, kini 22,31 persen saham atau sekitar 605,36 juta.

Selain Sandiaga, kepemilikan saham yang mencapai 5 persen atau lebih per 31 Maret 2019, yaitu Edwin Soeryadjaya sebesar 31,04 persen atau sekitar 842,21 juta saham dan PT Unitras Pertama sebesar 31,68 persen atau 859,50 juta saham. Sandiaga kembali menjual saham sebanyak dua kali pada Maret 2019.

Ia menjual saham SRTG sebanyak 6,40 juta saham dengan harga RP 3.776 pada 20 Maret 2019. Kemudian pada 26 Maret 2019, Sandiaga jual saham sebanyak 2 juta saham dengan harga Rp 3.776 per saham. Jadi total saham yang dijual 8,40 juta saham. Dengan penjualan saham itu, jumlah saham dan persentase kepemilikan saham sebelum transaksi dari 613,76 juta saham atau 22,62 persen menjadi 605,36 juta saham atau 22,31 persen.

Total dana yang diraup dari penjualan saham Rp 31,71 miliar. Ada pun tujuan transaksi penjualan saham tersebut untuk divestasi. Sandiaga telah menjual saham Saratoga sejak Oktober 2018. Diperkirakan total penjualan saham Saratoga sejak OKtober 2018 itu, sekitar Rp 541,71 miliar.

Sebelumnya, Sandiaga dikabarkan telah mengucurkan duit sekitar 100 juta dolar AS atau setara RP 1,42 triliun di ajang Pilpres 2019. Bahkan Sandiaga mendominasi sumbangan dana kampanye. Sandiaga yang mengaku telah kehilangna sepertiga hartanya karena mengikuti pilpres telah menyumbang 71 persen dari total dana kampanye.

Tercatat, total dana kampanye Prabowo-Sandi sbesar Rp 134 mmiliar. "Rakyat pada dasarnya memahami pesan bahwa kita ingin meningkatkan ekonomi, menyediakan pekerjaan yang bagus, terutama untuk anak muda. Kami ingin fokus untuk menstabilkan biaya hidup, harga makanan," ujar Sandiaga.

Kontribusi Sandiaga mencapai 95,4 miliar yang berarti telah menyumbang 71 persen dana kampanye. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini pun mengaku hartanya menurun. "Jumlahnya menurun signifikan pada 2018. Saya mungkin sudah kehilangan sepertiga harta saya," kata Sandiaga.

Sandiaga sudah mengeluarkan sekitar 100 juta dolar AS untuk kampanye. Jika klaim 100 juta dolar itu benar, maka kontribusinya ke dana kampanye akan meningkat signifikan. Sebab, Februari lalu, Sandiaga hanya dilaporkan berkontribusi Rp 95,4 miliar. Harta Sandiaga berasal dari PT Saratoga Investama Sedaya Tbk.

You can share this post!

Comments