• Indonesia
Sebagian Besar Nilai AKtiva Reksadana Rontok
Berita

Sebagian Besar Nilai AKtiva Reksadana Rontok

Penurunan tajam IHSG sebesar 0,75 persen ke level 6.425 pada sesi perdagangan kemarin, Senin (8/4) merontokkan sebagian besar nilai aktiva bersih harian (NAB 1D) reksadana yang diperdagangkan di Ipotfund. Dari 217 reksadana, 174 mengalami NAB 1D, 121 reksadana membukukan penurunan NAB tiga hari terakhir (3D).

Namun dalam sebulan terakhir (1M), hanya 26 reksa dana membukukan penurunan NAB. Penurunan NAB 1D terbesar dicatatkan oleh reksadana HPAM Flexi Plus sebesar 1,36 persen menjadi Rp 1.893,11 dengan pengelolaan aset (AUM) senilai RP 142,35 miliar.

Reksadana campuran ini juga membukukan penurunan NAB 3D dan 1 M sebesar 1,66 persen dan 2,67 persen. Sebaliknya, kenaikan NAB 1D tertinggi dicatatkan oleh reksadana Manulife Dana Tumbuh Berimbang sebesar 1,03 persen menjadi RpĀ  2.051,28 dengan AUM Rp 219,24 miliar.

Reksadana campuran ini juga mencatatkan kenaikan NAB 3D tertinggi sebesar 1,30 persen dan membukukan kenaikan NAB 1 M sebesar 1,09 persen. Sementara itu, penurunan NAB 3D terbesar dicatatkan oleh reksadana MNC Dana Kombiasi sebesar 2,92 persen menjadi Rp 1.486,17 dengan AUM Rp 146,14 miliar.

Reksadana campuran ini juga membukukan penurunan NAB 1 M terbesar, 3,94 persen serta membukukan penurunan NAB 1 D sebesar 1,29 persen. Sedangkan kenaikan NAB 1 M terbesar dicatatakan oleh reksadana Capital Money Market Fund sebesar 9,45 persen menjadi Rp 1.236,21 dengan AUM senilai Rp 143,58 miliar.

Reksadana pasar uang juga membukukan kenaikan NAB 1 D dan 3 D sebesar 0,05 persen dan 0,11 persen. Popularitas reksadana indeks yang mengusung indeks saham IDX 30 sebagai acuan portofolio saham kian meningkat kinerjanya akhir-akhir ini.

Tercatat, sejak indeks saham IDX 30 diluncurkan pada 23 April 2012, telah terbentuk 10 produk reksadana indeks IDX 30. Berdasarkan rilis Infovesta Utama kemarin, Senin (8/4). Jumlah AUM reksadana indeks yang bertemakan IDX 30 pada akhir Maret 2019, mencapai Rp 3,33 triliun atau setara dengan 18,77 persen dari jumlah dana kelolaan seluruh produk reksadana exchange traded fund (ETF) dan indeks.

Lima reksadana indeks IDX 30 dengan penilaian kinerja tertinggi berdasarkan tingkat excess return dan tracking error adalah reksadana Indeks Kresna IDX 30, Premier IDX 30, Syailendra Index IDX 30, CIMB Principal Index IDX 30 dan Panin IDX 30.

Excess return merupakan tingkat imbal hasil reksadana setelah dikurangi return indeks acuan yang dihitung secara year to date. Sementara tracking error merupakan deviasi return harian antara reksadana dan indeks acuan.

You can share this post!

Comments