OJK Nilai Banyak Perusahaan Memilih Terbitkan Obligasi Dibanding IPO

indexJakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini menargetkan 35 emiten untuk melakukan pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia. Namun, hingga hari ini, dengan resminya PT Cikarang Listrindo Tbk resmi mencatatkan saham perdananya, baru tercatat lima emiten yang melantai di bursa.

Menggapai kecilnya minat perusahaan untuk lakukan IPO, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa hal ini tidak terlepas dari rendahnya suku bunga obligasi. Akibatnya, perusahaan lebih memilih untuk menerbitkan obligasi sebagai upaya untuk mendapatkan tambahan modal. Bahkan, untuk obligasi penawaran umum berkelanjutan (PUB), nilainya pun dapat mencapai Rp24 triliun.

“Perusahaan cari dana alternatif melalui cara yang bermacam-macam. Kondisi ekonomi itu sangat mempengaruhi bisnis. Kecenderungan sekarang perusahaan itu cenderung menerbitkan obligasi karena kan suku bunga turun,” kata Anggota Dewan Komisioner selaku Kepala Eksekutif Pengawas Poser Modal OJK Nurhaida, saat ditemui di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Selasa (14/6/2016).

Saat ini, lanjut Nurhaida, perusahaan masih memilih berbagai instrumen sebagai sumber penambahan modal. Namun, tidak menutup kemungkinan hingga akhir tahun akan terdapat lonjakan emiten yang akan melakukan IPO seiring perbaikan ekonomi global.

” Tidak tertutup kemungkinan sampai akhir tahun salam ada emiten baru. Tapi bisa saja (terhambat) kalau misalnya tahun ini daya serap saham itu tidak terlalu bagus, mungkin itu juga pricing kurang bagus dan tidak sesuai dengan kebutuhan,” tutupnya.[red/oke]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *