• Indonesia
Target Fed Funds Rate akan Dilakukan Segera
Berita

Target Fed Funds Rate akan Dilakukan Segera

Pejabat Federal Reserve (The Fed) mengisyaratkan akan mengadopsi pendekatan yang lebih fleksibel dalam kenaikan suku bunga bertahap setelah kemungkinan naik pada Desember mendatang. Mereka mencoba mempertahankan ekspansi Amerika Serikat (AS) yang mungkin menjadi rekor terpanjang tahun depan.

"Hampir seluruh peserta menyatakan pandangan bahwa peningkatan lanjutan kisaran target Fed Funds Rate (FFR) kemungkinan akan dilakukan segera dengan asumsi ekonomi bergerak sejalan atau lebih kuat dari ekspetasi," ungkap rilis The Fed, seperti dikutip dari Bloomberg.

Pernyataan pasca pertemuan mereka mungkin perlu dimodifikasi pada pertemuan mendatang. Khususnya bahasa yang mengacu pada ekspektasi komite untuk peningkatan lanjut secara bertahap. Rilis tersebut memperkuat komentar Gubernur The Fed, Jerome Powell, pada hari Rabu (28/11) yang menyarankan bank sentral semakin mendekati kisaran suku bunga yang netral dan pendekatan fleksibel untuk jalur kebijakan mereka.

Pernyataan itu memicu reli di pasar saham dan obligasi, sementara dolar AS melemah. Pasar saham awalnya berbalik menguat setelah pertemuan Federal Open Market Comitte (FOMC) tersebut dirilis, namun kemudian melemah.

Indeks S&P 500 melemah 0,2 persen dan mencatat penurunan pertama minggu ini. Imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun mencapai 3,03 persen, turun dari 3,06 persen pada Rabu itu. Pada pertemuan bulan ini, bank sentral AS meninggalkan suku bunga acuan dalam kisaran 2 persen hingga 2,25 persen.

Pejabat The Fed berikutnya akan bertemu pada 18 sampai 19 Desember dan pelaku pasar menetapkan probabilitas 70 persen kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin yang akan menjadi kenaikan keempat pada tahun ini.

Kenaikan pada bulan ini akan membawa tingkat kebijakan yang mendekati bagian bawah kisaran 2,5 persen hingga 3,5 persen yang diperkirakan The Fed sebagai tingkat netral. Pada saat yang sama, pejabat The Fed menekankan bahwa mereka menjadi semakin bergantung pada indikator dan data untuk memberitahu mereka bahwa semakin dekat dengan tingkat netral.

"Banyak peserta menunjukan bahwa mungkin beberapa pertemuan mendatang, jadi waktu yang tepat untuk memulai transaksi ke pernyataan yang menetapkan penekanan lebih besar pada evaluasi data dalam menilai prospek ekonomi dan kebijakan," ungkap risalah tersebut. 

Sementara pejabat The Fed memperkirakan pertumbuhan yang solid berlanjut sebelum melambat ke tren dalam jangka menengah. Mereka masih melihat beberapa risiko. Penumpukan utang perusahaan di tengah melemahnya standar pinjaman menarik perhatian komite.

"Beberapa peserta khawatir bahwa tingginya tingkat utang di sektor bisnis non-keuangan dan terutama tingginya tingkat leveraged loan membuat ekonomi lebih rentan terhadap kemunduran tajam dalam ketersediaan kredit," kata risalah.

Sementara itu, saham perbankan memberati langkah kenaikan bursa AS yang sempat menguat akibat catatan rapat The Fed yang menunjukan bahwa bank sentral mulai membuka perdebatan kapan kenaikan suku bunga akan berhenti.

You can share this post!

Comments