• Indonesia
Terlibat Penyeludupan Narkoba, Sri Mulyani Tindak Tegas Petugas BEA CUKAI
Berita

Terlibat Penyeludupan Narkoba, Sri Mulyani Tindak Tegas Petugas BEA CUKAI

Harianekonomi.com - Terlibat Penyeludupan Narkoba, Sri Mulyani Tindak Tegas Petugas BEA CUKAI. Sebagai Petugas Bea Cukai tentu harus paham seperti apa yang namanya barang haram atau barang Ilegal, menyeludupkan barang barang masuk ke Indonesia adalah salah satu tindakan yang perlu di berikan sanksi tegas bagi siapapun itu termasuk petugas bea cukai yang sejatinya memiliki profesi untuk menyeleksi barang-barang seludupan baik dari luar kota. Penyeludupan barang-barang ilegal semacam ini paling sering berupa hewan langka, gadget, barang-barang elektronik hingga barang-barang yang membutuhkan surat izin edar resmi. Namun apa jadinya bila penyeludupan Narkoba. Petugas Bea Cukai menjadi sasaran utama dari adanya penyeludupan barang haram yang masuk ke kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Medan dan Palembang. Penyeludupan Narkoba ini bukan hanya sekedar memerikan kemudahan akses untuk setiap pelaku dalam mendapatkan barang haram, melainkan dapat meracuni setiap masyarakat yang ingin mencoba menggunakan barang tersebut. Bea Cukai menjadi pihak utama yang perlu bertanggung jawab atas hal ini, 1 Agustus 2018 berhasil menggagalkan aksi penyeludupan barang haram ( Narkoba ) yang akan di kirim ke beberapa kota tujuan, jumlah Narkoba yang berhasil di sita di Mabes Polri sendiri mencapai 1,2 butir pil ekstasi. Penyeludupan ini tentu ada campur tangan dari pihak pengawasan barang yang tak lain adalah pihak Bea Cukai. Sri Mulyani menegaskan bahwa dirinya cukup prihatin dengan hal tersebut. Sri Mulyani juga memberikan apresiasi dan pengharagaan untuk pihak Bea Cukai yang mampu mengungkap keberadaan serta peredaran narkoba yang masuk ke Indonesia terlebih dari beberapa daerah yang sering kali menyetori Narkoba. Indonesia sendiri menjadi Negara dalam urutan ke 4 mengenai peredaran Narkoba, Banyak bandar yang masuk ke Indonesia karena kemudahan akses yang diberikan cukup cepat, mudah dan aman. Hal tersebut ternyata tidak memberikan efek jera terhadap pengedar walaupun sebenarnya sudah ada hukuman berat yang siap menanti di balik jeruji. Indonesia target pasar yang paling tepat menurut beberapa pengedar narkoba, selain mudah di susupi, Indonesia adalah tempat paling cepat di pengaruhi oleh barang-barang haram. Penyeludupan barang-barang haram bukan saja hanya dikalangan orang-orang berduit, melainkan di pangsa pasar yang jauh lebih luas. Sri Mulyani sendiri cukup apresiasi terhadap Polri dan BNN yang selama ini memberikan kerja nyata sebagai pemberantas Narkoba di Indonesia. Dia juga menuturkan " Semuanya sudah diatur, saya akan lebih terbuka bila khasusnya cukup besar. Polri, BNN untuk anggaran mereka akan lebih di tingkatkan, apa yang diajukan polri seperti Fasilitas, Gedung dan alat-alat Komunikasi akan lebih di kaji, untuk masalah reward bisa diantur nanti ". Perlu kita ketahui bahwa pihak Bea Cukai sendiri mempunyai tugas dibawah dan bertanggung jawab dari Menteri Keuangan ( Sri Mulyani ) dan di pimpin Direktorat Jenderal Bea Cukai. Pengawasan barang menjadi tugas utama untuk setiap petugas bea cukai, terkait dengan hal tersebut setiap barang masuk tentu mempunyai pajak yang hendak di selesaikan. Penyeludupan Barang haram sejumlah 1,2 juta pil ekstasi ini tentu memberikan keprihatian yang begitu dalam terhadap beberapa orang yang hendak mencari keuntungan besar, terlebih kerusakan akibat adanya barang haram ini bisa menjerumuskan generasi muda ke hal yang jauh lebih buruk. Sri Mulyani juga menegaskan bahwa banyak Kanwil Dia di Bali, Entikong dan Batam melaporkan adanya penyeludupan Narkoba, namun tidak ada dari mereka yang mau mempressrealisaikan secara langsung. Sehingga hal tersebut membuat Sri Mulyani akan memberikan sanksi tegas bagi siapapun yang terlibat penyeludupan barang haram ini. Mabes Polri ( 1/8/2017 )

You can share this post!

Comments