• Indonesia
Ternyata, Indonesia Masih Melakukan Impor Pada 6 Bahan Makanan Ini
Perdagangan

Ternyata, Indonesia Masih Melakukan Impor Pada 6 Bahan Makanan Ini

Indonesia terkenal akan sumber daya alamnya yang melimpah. Saat ini, Anda bisa dengan mudah mendapatkan stok bahan pangan dari berbagai supplier bahkan bisa menanamnya sendiri. Misalnya, tetap bisa mengonsumsi singkong, Anda tinggal menanamnya di halaman rumah atau lahan kosong yang tersedia di sekita rumah. Dengan demikian, stok bahan pangan pun akan tetap tersedia, tergantung dari situasi dan kondisi.

Namun, saat ini pemerintah masih menerapkan kebijakan impor bahan pangan dari berbagai Negara. Hal ini tentu saja membuat heran sebagian besar masyarakat Indonesia, mengingat Negara ini adalah Negara agraris. Menurut Presiden RI Joko Widodo, impor bahan pangan akan tetap dilakukan sebagai usaha untuk menjaga ketersediaan stok pangan, sebagai cadangan jika sewaktu-waktu mengalami gagal panen atau bencana, dan menstabilkan harga.

Negara Pengimpor Bahan Pangan

Dengan adanya kebijakan tersebut, ada berbagai Negara yang siap untuk mengimpor bahan pangan ke Indonesia, salah satunya, yaitu Thailand. Thailand mulai mengirimkan bahan pangan berupa beras secara rutin. Di tahun 2016 saja, Thailand mampu mengirimkan 141.400 metrik ton lebih besar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kemudian, menurut BPS, impor beras dari Thailand mengalami kenaikan, yaitu sebesar 665,5 ribu ton.

Negara pengimpor bahan pangan lainnya, yaitu Vietnam. Negara yang satu ini juga mengimpor beras. Yang lebih mengejutkan, jumlahnya jauh lebih banyak daripada produksi beras Indonesia sendiri. Dari tahun 2000 sampai 2018 saja, impor beras dari Vietnam mencapai kurang lebih 7,44 juta ton.

Bahan Pangan yang Diimpor

Ada pun bahan-bahan pangan yang diimpor ke Indonesia, yaitu sebagai berikut.

1. Kentang

Produksi kentang dalam negeri sudah mengalami peningkatan sejak tahun 2018 lalu, sehingga untuk kebutuhan pangan impor tidak diperlukan lagi. Lain halnya untuk kebutuhan bahan baku industri, kebutuhan kentang masih diperlukan. Hingga saat ini tercatat sebesar 19.649 ton kentang yang sudah masuk ke Indonesia.

2. Gula

Saat ini, masyarakat Indonesia masih membutuhkan gula sebagai pemanis minuman atau kebutuhan masakan lainnya. Oleh karena itu, tidak tanggung-tanggung pemerintah melakukan impor gula yang saat ini jumlahnya sudah mencapai lebih dari 4,5 juta ton. Selain itu, kualitas gula impor terbilang lebih baik dibandingkan dengan gula produksi dalam negeri.

3. Singkong

Selain menjadi kebutuhan makanan sehari-hari, singkong juga diolah untuk kebutuhan pakan ternak serta industri bio ethanol, tekstil, dan kertas. Oleh karena itu, kebutuhan akan singkong cukup besar. Di tahun 2018 saja, impor singkong sudah mencapai lebih dari 230 ton. Namun, jumlah tersebut tidaklah sebesar di tahun-tahun sebelumnya.

4. Kakao

Kebutuhan kakao lokal tidak sebanding dengan produksinya di dalam negeri. Kebutuhan akan kakao atau coklat mencapai 460.000 ton per tahunnya. Oleh karena itu, pemerintah mulai mengimpor kakao dari berbagai Negara seperti Ghana, Nigeria, dan Ekouador untuk menutupi kekurangan biji kakao di Indonesia.

5. Susu

Kebutuhan susu pada konsumen lokal tidak sebanding dengan produksi susu di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah mulai mengimpor susu dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Australia, Belgia, Perancis, dan Selandia Baru.

6. Menetega

Mentega merupakan salah satu bahan pangan yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia. Namun, Indonesia sendiri belum mampu mencukupi kebutuhan mentega, sehingga pada akhirnya pemerinta melakukan impor mentega dari berbagai Negara, seperti Belgia, Perancis, Belanda, Selandia Baru, dan Australia.

Itulah enam bahan pangan yang masih diimpor oleh Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat.

 

You can share this post!

Comments