• Indonesia
Tertarik dengan Tanah Kavling? Catat Dulu Cara Beli Tanah Kavling yang Benar
Properti

Tertarik dengan Tanah Kavling? Catat Dulu Cara Beli Tanah Kavling yang Benar

Iklan tanah kavling begitu menggiurkan. Bagaimana tidak? Rata-rata tanah kavling berlokasi di kawasan yang strategis, siap bangun dan pembayarannya sangat fleksibel. Sehingga membuat banyak orang tertarik. Kalau Anda juga demikian, pastikan Anda tahu cara beli tanah kavling yang benar, biar nggak salah sasaran.

Membeli tanah jangan disamakan saat Anda membeli barang, yang asal deal hanya dengan melihat bentuknya saja. Tanah yang merupakan properti bernilai tinggi, diperlukan ketelitian saat membelinya. Karena proses jual beli tanah sudah diatur sedemikian rupa dalam peraturan perundang-undangan.

Tips dan Trik Cara Beli Tanah Kavling yang Benar, Biar Nggak Kena Tipu!

Bukan hanya itu. Tidak dipungkiri jika saat ini masih ada saja oknum penipuan jual beli tanah kavling. Yang mana cukup sulit untuk membedakan mereka karena kelihaiannya. Jadi, bagi Anda yang masih pemula, sangat penting untuk mengenali tips dan trik membeli tanah kavling berikut ini.

1. Meninjau Lokasi Tanah Kavling

Hati-hati saat ada yang menawarkan pada Anda, “tanah kavling harga murah cukup DP untuk booking online”. Mendesak calon pembeli untuk segera DP tanpa perlu tinjau lokasi agar tidak terjual ke orang lain merupakan hal yang tidak benar.

Biasanya aksi oknum penipu ini berawal dari memasang iklan secara online, kemudian menarik Anda untuk menelpon jika berminat. Penipu yang merasa sudah menjaring target akan terus meneror Anda lewat telepon dan mendesak untuk segera DP demi mendapatkan lokasi yang ternyata hanya fiktif.

Ketika Anda melihat iklan tanah kavling, cek dulu kebenaran lokasinya. Perjelas dengan bertanya pada penduduk sekitar. Biasanya di lokasi tersebut akan terpasang banner yang berisi kontak person dari developer atau pemilik tanah kavling tersebut.

Selain itu, telusuri pula struktur dan kontur tanah kavling. Adakah risiko yang akan didapatkan bila mendirikan bangunan atau menggalinya?

2. Kenali Plus Minus Tanah Kavling

Sepetak tanah kavling tentu memiliki nilai plus dan minus-nya. Semakin banyak nilai plus atau kelebihannya maka semakin wajar jika harga jualnya tinggi. Begitu pun sebaliknya, semakin banyak nilai minus atau kekurangannya maka semakin rendah harganya.

Anda perlu mempertimbangkan untuk membeli tanah kavling di lokasi yang terpelosok, kawasan persawahan, kawasan industri, dataran dengan kemiringan tajam dan lokasi serupa yang menimbulkan risiko di kemudian hari.

Pilihlah lokasi yang dekat dengan perkotaan, fasilitas umum, memiliki sumber air bersih sepanjang tahun, dataran rata dan tidak terlalu gersang. Lokasi ini merupakan lokasi yang liveable untuk jangka panjang.

3. Cek Keabsahan Sertifikat Tanah Kavling

Surat-surat kepemilikan tanah kavling adalah bagian terpenting yang wajib Anda periksa sebelum deal untuk membelinya.

Pastikan sertifikat tersebut belum berpindah tangan dari pengelola tanah kavling, dan sudah dipecah-pecah. Tanah kavling mulanya adalah satu bidang tanah, yang kemudian dipecah menjadi beberapa bagian. Jika sertifikat tanah kavling tersebut masih menjadi satu, jelas akan jadi PR bagi Anda sang pembeli. Yang mana biaya pengurusannya juga butuh banyak dana.

4. Ukur Ulang Luas dan Batas Tanah Kavling

Langkah berikutnya adalah memeriksa ukuran dan batas-batas pada tanah kavling tersebut. Apakah sudah sesuai dengan yang tercantum dalam sertifikat atau belum? Demi kenyamanan, Anda boleh kok meminta bantuan pihak ketiga atau menggunakan alat ukur sendiri.

Jika semua poin di atas sudah Anda terapkan, maka cara beli tanah kavling selanjutnya ialah menyiapkan surat akad jual beli yang umumnya dibantu oleh PPAT atau Pejabat Pembuat Akta Tanah. Pastikan semua tahapan sudah Anda pahami sebelum terjun langsung ke lapangan, ya!

You can share this post!

Comments