• Indonesia
Tidak Ada yang Mengejutkan di Notulensi The Fed
Berita

Tidak Ada yang Mengejutkan di Notulensi The Fed

Saham-saham di wall street sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan kemarin, Rabu (10/4). Bursa saham AS (Amerika Serikat) menguat karena risalah dari pertemuan kebijakan Federal Rerserve AS (The Fed) bulan lalu tidka mengejutkan dan data inflasi pada Maret terbukti lemah.

Tiga indeks utama AS relatif tidak berubah setelah risalah terakhir pertemuan kebijakan moneter The Fed menunjukan bahwa bank sentral masih sabar pada kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 6,58 poin atau 0,03 persen, menjadi ditutup 26.157,16 poin. Indeks S&P 500 bertambah 10,01 poin atau 0,35 persen, menjadi berakhir 2.888.21 poin. Indeks komposit Nasdaq ditutup meningkat 54,97 poin atau 0,69 persen, menjadi 7.964,24 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar dengan sektor real estate naik lebih dari 0,7 persen memimpin para pemenang. Saham Delta Airlines naik 1,60 persen setelah maskapai penerbangan AS melaporkan hasil laba kuartal pertama yang mengalahkan perkiraan pasar.

Perusahaan juga menyatakan keyakinannya untuk menjaga kapasitas stabil untuk musim perjalanan musim panas mendatang. Di sisi ekonomi, inflasi inti AS, tidak termasuk makanan dan energi yang fluktuatif, naik pada laju tahunan paling lambat dalam setahun.

Data inflasi yang hangat semakin mendukung keputusan The Fed untuk menunda tiga tahun kampanye kenaikan suku bunganya. "Notulensi The Fed tidak ada yang mengejutkan, persis seperti yang diperkirakan pasar. The Fed ingin menegaskan kembali harapan yang ada yang mereka lakukan," ujar Stephen Massocca, Senior Vice President Wedbush Securitites San Francisco, seperti dikutip dari Reuters.

The Fed merilis risalah pertemuannya di Maret lalu yang memutuskan menahan bunga acuan bulan itu dan menunda kenaikan suku bunga di sepanjang tahun ini. "Mayoritas partisipan memperkirakan evolusi proyeksi ekonomi dan risiko terhadapnya sepertinya akan mendukung langkah menahan kisaran target suku bunga tidak berubah sepanjang tahun ini," menurut risalah rapat tersebut seperti dilansir dari CNBC internasional.

Dokumen itu juga menunjukan bahwa para pejabat The Fed masih membuka ruang untuk menaikkan suku bunga akhir tahun ini, namun mereka saat ini, belum ingin mengubah stance kebijakannya. Di saat yang sama, pasar juga memantau perkembangan perundingan dagang antara AS dan China. Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, mengatakan kedua negara telah menyepakati mekanisme penegakan hukum bagi pelaksanaan perjanjian dagang bila kesepkatan itu akhirnya tercapai.

Ini menjadi kabar baik yang menjadi sinyal perjanjian dagang AS-China akan segera terwujud. Sebab masalah penegakan hukum ini disebut sebagai salah satu poin yang alot dalam proses perundingan kedua negara.

You can share this post!

Comments