• Indonesia
Tiga Alat Transaksi Paling Digemari Saat ini
Kartu Kredit

Tiga Alat Transaksi Paling Digemari Saat ini

Transaksi dengan alat pembayaran non tunai semakin favorit. Selain lebih praktis, bertransaksi dengan alat pembayaran non tunai juga dinilai lebih aman hingga angkanya bisa di atas Rp 5.000 triliun. Yaitu dengan bertransaksi menggunakan kartu (APMK).

Kartu debit, ATM/debit, kartu kredit juga uang elektronik atau e-money, semkain digemari masyarakat Indonesia. Untuk lebih mengetahui lebih jelas tentang profil dan fungsi masing-masing alat pembayaran non tunai, mari telusuri satu per satu.

Kartu ATM/Debit

Jalau saat ini tercatat sebagia nasabah bank karena memiliki rekening tabungan, hampir pasti memiliki kartu ATM/debit ini. Ini adalah alat pembayaran non tunai paling populer. Saat ini, kebanyakan produk tabungan bank dilengkapi dengan kartu ATM/Debit untuk membantu pemegang rekening bertransaksi di mesin ATM atau EDC.

Bank Indonesia (BI) mencatat, ada kurang lebih 65 bank penerbit kartu ATM/debit. Di Indonesia saat ini, ada enam prinsipal kartu debet antara lain, Artajasa (ATM Bersama), Daya Network (Alto), Rintis Sejahtera (ATM Prima), kemudian Mastercard Indonesia (Maestro), Visa Worlwide (Jaringan Electron) dan Union Pay untuk jaringan CUP.

Kartu Kredit

Kartu kredit sering juga disebut sebagai uang plastik atau kartu utang. Alat pembayaran non tunai ini merupakan produk bank yang banyak diincar oleh nasabah bank. Dengan kartu ajaib ini, kamu bisa menikmati kemudahan transaksi belanja sampai tarik tunai hingga ratusan juta rupiah dalma waktu singkat.

Kekurangan kartu kredit ini adalah, bunganya cukup tinggi rata-rata 2,65 persen per bulan saat ini. Namun kartu kredit menawarkan banyak pula fitur menarik bisa membantu belanja lebih asik, praktis dan hemat.

Uang Elektronik (E-Money)

Uang elektronik atau e-money beberapa hari terakhir ini, semakin banyak diminati oleh masyarakat seiring tren digital yang tengah booming saat ini. Penerbitan uang elektronik atau e-money masih terbatas, BI mencatat ada dua jenis uang elektronik yang saat ini beredar di masyarakat, yaitu chip based dan server based.

Uang elektronik chip based sebagai contoh adalah e-money beragam varian yang diterbitkan Bank mandiri, BRIZI terbitan Bank Rakyat Indonesia (BRI), lalu ada juga Glazz terbitan Bank entral Asia (BCA) dan lain sebagainya.

You can share this post!

Comments