• Indonesia
Tips Menata Kamar Minimalis dan Baiknya Pertumbuhan Hunian
Properti

Tips Menata Kamar Minimalis dan Baiknya Pertumbuhan Hunian

Kamar tidur merupakan sebuah ruangan yang memiliki fungsi penting di rumah. Kamar tidur yang sempit dan berantakan akibat barang yang penuh, tentu tidak nyaman dipandang. Berikut ada beberapa tips yang bisa diaplikasikan untuk menata kamar tidur minimalis.

Vertikal

Harus super kreatif menciptakan ruang penyimpanan dengan luas lantai yang terbatas. Misalnya dengan meletakan kasur agak sedikit tinggi ke atas sehingga bagian bawah dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan. Bagian bawah kasur bisa difungsikan sebagai lemari pakaian, buku, sepatu dan sandal.

Mimim Seprai

Sebenarnya tidak perlu melakukan pemasanga seprai dobel. Terlbeih bila kamar tidur sempit. Sebab hal itu akan membuat kesulitan saat proses penggantinya. Cukup gunakan seprai tipis dan selimut untuk proses perganian yang lebih mudah.

Dibuat Nyaman

Tambah aksen warna berbeda melalui tekstur bantal atau selimut. Tambahan pencahayaan yang menarik. Itu sebenarnya sudah cukup untuk membuar ruang kecil terasa istimewa. Mungkin tidak perlu sibuk memikirkan apakah perlu menyisakan ruang yang cukup atau tidak.

Di sisi lain, pertumbuhan penjualan hunian segmen menengah ke atas diproyeksikan tumbuh lebih baik pada tahun ini. Bisnis properti mewah berpotensi terkerek sejumlah faktor. Selain aturan loan to value (LTV), kredit properti dari Bank Indonesia (BI) di awal tahun ini, pemerintah memberikan insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) produk properti.

Berbagai relaksasi seperti LTV kredit properti maupun insentif pajak dapat mendorong bisnis properti di tahun politik 2019. Berdasarkan data statistik, penjualan rumah segmen mewah menunjukan tren peningkatan. Sementara itu, saham-saham konglomerasis sektor properti menurun sepanjang tahun lalu.

Tahun lalu, harga saham LPKR turun 47,52 persen, BSDE turun 26,18 persen. Sedangkan harga saham CTRA turun 13,97 persen dan saham DILD turun 12 persen. Tahun lalu, sektor properti diterpa sentimen negatif sehingga fundamental dan saham emiten tersebut terkena dampaknya.

Kenaikan suku bunga menyebabkan permintaan terhadap sektor properti cenderung rendah, baik perumahan maupun apartemen. "Kalau suku bunga naik beban konsumen jadi agak berat. Makanya mereka sedikit menahan pembelian di sektor properti," kata Ike Widiawati, Kepala Riset Oso Sekuritas.

Di samping sentimen sektoral, penurunan sahma juga disebabkan oleh isu negatif. Hal ini terjadi pada LPKR, salah satu anggota Grup Lippo. Perusahaan ini terimbas kasus Meikarta pada tahun lalu yang menyebabkan investor enggan masuk ke LPKR.

Disarankan investor sebaiknya menghindari saham LPKR, sampai masalah terselesaikan dengan baik. Sementara itu, dilihat untuk tahun ini, BSDE memiliki potensi kenaikan. Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed) mengeluarkan statement dovish yang akan fleksibel dan lebih sensitif terhadap pasar.

You can share this post!

Comments