CGTN: Bagaimana Jalur Pembangunan Tiongkok Menjadi Model bagi Pertumbuhan Global

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CGTN: Bagaimana Jalur Pembangunan Tiongkok Menjadi Model bagi Pertumbuhan Global

CGTN: Bagaimana Jalur Pembangunan Tiongkok Menjadi Model bagi Pertumbuhan Global

BEIJING, 6 Maret 2026 /PRNewswire/ — Setelah ajang tahunan Sidang Dua Sesi di Tiongkok telah dimulai, CGTN menerbitkan sebuah artikel yang menganalisis langkah negara tersebut mendorong pembangunan berkualitas tinggi melalui transformasi hijau dan inovasi dalam beberapa tahun terakhir. Artikel ini juga membahas model pembangunan berkelanjutan Tiongkok sebagai referensi bagi negara berkembang sekaligus membuka peluang baru bagi perekonomian global.

Terletak di Distrik Huangyan, Taizhou, Provinsi Zhejiang, Huangyan Grottoes telah menjadi sumber material batu alam sejak Dinasti Tang untuk pembangunan tembok kota, jalan, jembatan, dan rumah. Industri tersebut juga menjadi fondasi perkembangan wilayah ini. Namun, pada 1980-an, aktivitas penambangan batu dihentikan sehingga meninggalkan gua-gua besar yang kosong.

Titik perubahan terjadi pada 2023, ketika tim desain dari Universitas Tsinghua terlibat dalam proyek revitalisasi kawasan tersebut. Melalui penguatan struktur, restorasi ekologi, dan desain ulang kreatif, tambang yang telantar berubah menjadi jaringan ruang seni, aula konser, dan kafe. Sejak dibuka pada Februari tahun ini, lokasi tersebut telah menarik lebih dari 500.000 pengunjung dan menghasilkan pendapatan pariwisata sekitar RMB 11 juta (sekitar USD 1,6 juta) hingga November.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

"Pembangunan merupakan kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam sesi debat umum Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa Ke-76  pada September 2021.

Pada kesempatan tersebut, Xi mengusulkan Global Development Initiative, menekankan prioritas pada pembangunan, pendekatan yang berpusat pada masyarakat, dorongan inovasi, harmoni antara manusia dan alam, serta hasil nyata untuk mempercepat implementasi Agenda Pembangunan Berkelanjutan PBB 2030.

Sejak 2013, Tiongkok semakin gencar meningkatkan model pertumbuhan tradisional dan secara bertahap membangun pendekatan tata kelola ekonomi modern yang berlandaskan pembangunan hijau, berfokus pada masyarakat, serta didorong oleh inovasi.

Model pembangunan berbasiskan pertumbuhan hijau dan berorientasi pada masyarakat
Transformasi Huangyan Grottoes mencerminkan perubahan tersebut, namun bukan satu-satunya contoh. Di berbagai wilayah Tiongkok, banyak kota dan daerah menyesuaikan strategi pembangunan dengan kondisi lokal dan memanfaatkan sumber daya unik untuk mendorong peningkatan industri serta pertumbuhan berkelanjutan.

Di Panzhihua, sebuah kota pertambangan, industri berbasiskan batu bara pernah menyumbang 78% nilai industri di Distrik Barat, mencerminkan model pertumbuhan berbasiskan sumber daya. Namun, ketika model ini menjadi tidak berkelanjutan, distrik tersebut menempuh transformasi hijau.

Sebanyak 13 perusahaan dengan kapasitas usang telah berhenti beroperasi, 133 perusahaan yang mencemarkan lingkungan hidup telah ditutup, dan 109 tempat penyimpanan industri dibongkar. Pada saat yang sama, industri diarahkan menuju sektor material baru, energi baru, pengolahan lanjutan baja vanadium-titanium, serta daur ulang sumber daya.

Hasilnya cukup signifikan. Pada periode 2022–2024, emisi karbon dan intensitas karbon terus menurun. Pada 2024, emisi mencapai sekitar 303.500 ton karbon dioksida, sedangkan intensitas emisi turun 24,8% per tahun. Distrik tersebut kini menargetkan berkembang sebagai zona industri nol karbon dalam tiga tahun dan mengembangkan industri strategis di bidang material maju dan energi baru.

Selain transformasi industri, sejumlah wilayah lain juga memanfaatkan kekuatan budaya lokal untuk mendorong pembangunan.

Di Provinsi Guizhou, liga sepak bola masyarakat yang dikenal sebagai "Cun Chao" berkembang menjadi fenomena budaya nasional. Kegiatan ini menarik lebih dari 5,19 juta pengunjung, menghasilkan pendapatan pariwisata hampir RMB 5,99 miliar, dan menciptakan lebih dari 12.000 lapangan kerja fleksibel. Sementara itu, di Beidaihe, Provinsi Hebei, komunitas pesisir Aranya berkembang menjadi pusat kreativitas yang menyelenggarakan festival teater, musik, dan tari, serta menarik para desainer dan seniman dari seluruh negeri.

Gyula Thurmer, Ketua Partai Buruh Hungaria, menilai, meski ekonomi global berjalan tidak menentu, ekonomi Tiongkok tetap menunjukkan daya tahan yang kuat. Menurutnya, pendekatan tata kelola Tiongkok—berfokus pada masyarakat dan memiliki visi jangka panjang—dapat menjadi contoh penting bagi negara-negara yang menghadapi tantangan global yang kompleks.

Memberikan peluang pertumbuhan global
Di tengah kondisi ekonomi global yang semakin tidak menentu akibat proteksionisme dan ketegangan geopolitik, Tiongkok berupaya memberikan stabilitas melalui pertumbuhan domestik yang stabil dan kebijakan pintu terbuka yang berkelanjutan.

Selama lima tahun terakhir, Tiongkok berkontribusi sekitar 30% terhadap pertumbuhan ekonomi global setiap tahun, menjadikannya salah satu kontributor terbesar di dunia. Dengan populasi 1,4 miliar orang, pasar Tiongkok menawarkan potensi besar bagi perdagangan barang, jasa, dan investasi, bahkan Tiongkok menjadi negara dengan perdagangan barang terbesar di dunia selama beberapa tahun terakhir.

Dalam kerja sama internasional, berbagai proyek penting di bawah Belt and Road Initiative—termasuk Kereta Cepat Jakarta–Bandung, Kereta Api Tiongkok–Laos, dan Pelabuhan Piraeus di Yunani—telah membantu peningkatan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, serta pemulihan ekonomi di negara mitra.

Selain itu, Tiongkok terus memperpendek daftar negatif investasi asing dan menyelenggarakan berbagai platform perdagangan internasional seperti China International Import Expo, guna membuka peluang pasar bagi pelaku bisnis global.

Hamid Moghadam, Co-founder & CEO, Prologis, menyatakan, lonjakan permintaan konsumen di Tiongkok merupakan "peluang yang sangat besar", dan kemajuan pasar Tiongkok secara langsung mendorong pertumbuhan perusahaan tersebut.

Sementara itu, Rebeca Grynspan, Sekretaris Jenderal United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), menyebut Tiongkok sebagai "contoh penting pembangunan pada abad ke-20 dan ke-21", serta menegaskan bahwa UNCTAD banyak belajar dari pengalaman pembangunan Tiongkok.

Informasi selengkapnya:
https://news.cgtn.com/news/2026-03-04/How-China-s-development-path-provides-a-model-for-global-growth-1Lf81YHvsKQ/p.html 

Berita Terkait

Otis Tunjuk Nicolas Lopez sebagai President, Asia Pasifik
China Cycle 2026: Membangun Platform Global guna Mendorong Kerja Sama dan Inovasi Industri Sepeda
Huawei Lansir AI Data Platform untuk Mempercepat Adopsi AI di Perusahaan
MWC 2026 丨 Konvergensi “Optical Intelligence”: Menghubungkan Masa Depan Cerdas yang Lebih Cerah
Huawei dan Bittel Luncurkan Solusi Xinghe Al SafeStay Hotel Campus Network
Huawei Luncurkan Solusi iFTTO untuk Mempercepat Transformasi Cerdas di Lingkungan Kampus
Huawei Luncurkan Solusi Berbasiskan Skenario untuk Perkantoran, Kesehatan, dan Pendidikan
Huawei Tingkatkan Solusi AI untuk Sektor Keuangan guna Mendorong Transformasi Digital dan Cerdas di Industri Keuangan Global

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 02:00 WIB

Otis Tunjuk Nicolas Lopez sebagai President, Asia Pasifik

Jumat, 6 Maret 2026 - 00:11 WIB

China Cycle 2026: Membangun Platform Global guna Mendorong Kerja Sama dan Inovasi Industri Sepeda

Kamis, 5 Maret 2026 - 23:56 WIB

CGTN: Bagaimana Jalur Pembangunan Tiongkok Menjadi Model bagi Pertumbuhan Global

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:37 WIB

Huawei Lansir AI Data Platform untuk Mempercepat Adopsi AI di Perusahaan

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:38 WIB

MWC 2026 丨 Konvergensi “Optical Intelligence”: Menghubungkan Masa Depan Cerdas yang Lebih Cerah

Berita Terbaru

Pers Rilis

Otis Tunjuk Nicolas Lopez sebagai President, Asia Pasifik

Jumat, 6 Mar 2026 - 02:00 WIB