HARIANEKONOMI.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melakukan evakuasi terhadap eks rangkaian kereta yang masih berada di lokasi.
Kecelakaan Kereta Api (KKA) antara KA Turangga relasi Surabaya Gubeng-Bandung dan Commuterline Bandung Raya terjadi di km 181+700 petak jalan antara Stasiun Haurpugur-Stasiun Cicalengka.
KAI bersama seluruh stakeholders berusaha semaksimal mungkin agar proses evakuasi dapat tuntas dalam waktu yang tidak terlalu lama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Demikian disampaikan oleh Public Relations KAI Joni Martinus pada Jumat (5/1/2024).
“Saat ini, KAI telah berhasil mengevakuasi delapan unit kereta Turangga dan enam unit kereta Commuterline Bandung Raya.”
Baca artikel lainnya di sini : Pasca Tabrakan Adu Banteng, Ini Kondisi Terkini KA Jarak Jauh Turangga dan Commuterline Bandung Raya
“Sehingga yang masih tersisa di lokasi kejadian yaitu dua unit lokomotif dan empat unit kereta,” kata Joni.
Baca Juga:
Whale Cloud Raih “Excellence in Partnership Award” dari DITO Telecommunity di MWC Barcelona
Pada proses evakuasi tersebut, 200 personel dikerahkan yang terdiri dari tim KAI, KAI Commuter, BTP wilayah Jabar Kemenhub, Basarnas, dan Stakeholders terkait lainnya.
KAI juga menggunakan alat berat berupa satu unit crane, enam unit dongkrak elektrik, serta peralatan pendukung alat berat lainnya.
Lihat juga konten video, di sini: Korban Tabrakan KA Turangga vs KA Bandung Raya, 4 Meninggal, 6 Luka Sedang dan 23 Luka Ringan
Adapun material yang digunakan dalam proses perbaikan jalur tersebut yaitu 100 buah bantalan rel.
Baca Juga:
LiuGong Tampil di CONEXPO 2026 | Solusi Elektrik dan Terintegrasi
“Ragnarok Zero: Global” – Praregistrasi Dibuka pada 5 Maret untuk Server PC Global Pertama Ragnarok
Sementara update korban dalam kejadian ini hingga Jumat (5/1/2024) pukul 15.00 yaitu empat petugas meninggal dunia yakni Masinis, Asisten Masinis, Pramugara, dan Security.
Serta 33 orang mengalami luka-luka yang dirawat di RSUD Cicalengka sebanyak 26 orang, RS AMC dua orang, RS Edelweiss dua orang, dan RS Santosa sebanyak tiga orang.***















